Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Panjat Pinang Kian Langka dalam Perayaan Kemerdekaan

Penulis : Nana - Editor : Lazuardi Firdaus

20 - Aug - 2017, 22:40

Placeholder
Lomba panjat pinang di halaman depan Mapolres Malang beberapa hari lalu. Panjat pinang yang kian langka dalam perayaan kemerdekaan RI disinyalir karena langkanya jenis pohon ini. (Nana)

MALANGTIMES - Lomba panjat pinang tentunya tidak asing lagi-bagi masyarakat Indonesia. Dalam perayaan kemerdekaan, banyak digelar permainan tradisional dengan cara memanjat batang pinang yang telah dilumuri pelicin, baik dari oli, gajih ternak, gemuk, dan lainnya itu.  Memanjatnya bisa individual maupun secara beregu untuk mendapatkan berbagai hadiah yang menanti di pucuk pinang.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Berbagai aksi para peserta panjat pinang selalu mendapatkan tempat dalam hati masyarakat yang menontonnya. Bahkan sekitar tahun 1980-an, perayaan kemerdekaan tanpa adanya lomba panjat pinang rasanya menjadi hambar. "Dulu di setiap RT atau RW namanya panjat pinang bisa dikatakan kegiatan wajib dalam merayakan kemerdekaan,"kata Mutholib (75), warga Sumberpucung, Minggu (20/08) kepada MalangTIMES.

Dia menjelaskan, bahwa dalam lomba panjat pinang, selain unsur kebersamaan, gotong-royong, dan kerja keras untuk mendapatkan sesuatu, juga sering terselip berbagai atraksi yang memancing gelak tawa penonton. "Lomba paling meriah dan terkenal  dikemerdekaan ya panjat pinang. Walau dulu hadiahnya biasa-biasa saja. Maklum hadiahnya juga dari iuran warga,"kenang Mutholib.

Kini, lomba panjat pinang yang menurut beberapa sumber berasal dari zaman penjajahan Belanda dulu, jarang sekali terlihat di desa-desa. Tergantikan dengan berbagai lomba lainnya, seperti balap karung dan lomba gepuk bantal.

Hal ini, menurut Mutholib, selain memang pohon pinang semakin langka didapatkan, juga kini kalau pun ada harganya mahal. Faktor lainnya, lomba panjat pinang bagi sebagian masyarakat merupakan peninggalan kolonial yang tidak manusiawi sebagai tontonan umum.

Wikipedia menuliskan, lomba panjat pinang di zaman Belanda memang untuk menghibur dan bahan lelucon bagi para tuan besar yang mengadakannya. Peserta yang seluruhnya dari pribumi sengaja diikutkan dalam lomba panjat pinang tersebut.

"Pandangan itu saya pikir sudah semakin hilang. Kita melihatnya dari sisi lain, yaitu hiburan rakyat. Kalau lebih filosofisnya lomba panjat pinang mengandung unsur gotong royong, kerja keras dan kebersamaan," tutur Fandik Kusuma (46) warga Kepanjen.

Dia lebih condong langkanya lomba panjat pinang karena memang susahnya pohon pinang saat ini didapatkan. Konon, dulu batang pinang yang dijadikan area lomba bisa setinggi 8 meter sampai 10 meter dengan diameter 1 meter bahkan lebih. Lomba sering diadakan di lapangan-lapangan desa yang memang dulu masih banyak tersedia.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Kini, sangat sulit mencari lapangan di desa untuk lomba pinang. Bahkan di beberapa desa, lomba panjat pinang dilakukan di area yang tanahnya sudah dipaving. Tinggi pinang pun sudah semakin menciut dikarenakan langkanya pohon sejenis kelapa ini.

"Kemeriahannya menjadi tidak lama karena pinang tidak lagi tinggi. Dengan tiga orang satu regu, mereka sudah bisa mencapai pucuk dalam hitungan 10-15 menit saja," ujar Fandik.

Yang membedakan adalah hadiahnya. Kalau dulu hadiah langsung dipasang di pucuk pinang yang berbentuk lingkaran, sehingga peserta dan penonton bisa melihat langsung hadiahnya. Kini, para panitia lomba lebih memakai pola hadiah tidak langsung dipasang di pucuk pinang.

"Jadi, di atas yang digantung bola-bola plastik berisi kupon hadiah. Tiap peserta yang berhasil memilih satu bola," kata Fandik yang juga mengatakan perbedaan lainnya yaitu hadiah lomba semakin menggiurkan. "Ada hadiah berlibur tiga hari ke Bali, kambing, kulkas, televisi, uang jutaan rupiah," pungkasnya.

Lepas dari perbedaan antara lomba panjat pinang dulu dan kini, kemeriahan dari peserta dan penonton selalu hadir dalam menyemarakan kemerdekaan RI.(*)


Topik

Peristiwa panjat-pinang perayaan-kemerdekaan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nana

Editor

Lazuardi Firdaus