Sejumlah wali murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jombang keluhkan mahalnya harga seragam batik. Untuk 1 seragam batik sekolah, para wali murid harus mengeluarkan biaya hingga setengah juta rupiah.
Keluhan datang dari sejumlah wali murid SMP Negeri 2 Jombang. Salah seorang wali murid WI (37) menuturkan, harga seragam batik di sekolah anaknya tersebut dinilai cukup mahal.
Para wali murid harus membayar Rp 339-450 ribu untuk 1 setel seragam, sesuai besar kecilnya ukuran siswa. Harga segitu hanya berupa kain, belum termasuk ongkos jahit. Untuk ongkos jahit, wali murid harus mengeluarkan biaya tambahan sejumlah Rp 165 ribu.
"Kalau yang putri itu Rp 420 ribu, itu yang ukuran L. Kalau yang ukuran XL itu Rp 447 ribu. Itu berupa kain saja," terangnya saat dihubungi wartawan, Rabu (11/9).
Mahalnya harga seragam batik itu sangat dikeluhkan oleh para wali murid, terutama wali murid yang kurang mampu. "Kalau bisa ya dimurahkan sedikit lah. Kalau kalangan seperti saya yang kurang mampu ya masih keberatan harga segitu," terangnya saat dihubungi wartawan, Rabu (11/9).
Menurut wali murid tersebut, harga seragam batik ditentukan langsung oleh pihak sekolah. Para wali murid dipaksa untuk menyepakati nilai harga untuk kain seragam sekolah tersebut.

"Memang waktu rapat itu kesepakatan bersama. Tapi waktu itu tidak ada sesi tanya jawab, langsung diputuskan segitu," ujarnya.
Sedangkan, wali murid SMP Negeri 2 lainnya N (33), juga merasa keberatan dengan mahalnya harga kain seragam batik yang dibandrol oleh pihak sekolah anaknya.
Meski dinilai mahal, pihak wali murid mengaku pasrah dengan keputusan sekolah itu. Ia berharap ada keringanan dari pihak sekolah untuk siswa yang kurang mampu. "Ya keberatan sebenarnya mas. Lah sudah ditentukan harganya segitu ya mau gimana lagi," ujarnya.
Dikatakan ibu dua anak itu, pelunasan biaya seragam tersebut dilakukan dengan cara mencicilnya. Pelunasan seragam juga ditentukan oleh pihak sekolah maksimal bulan Agustus kemarin.
"Kalau yang ada ya langsung ditransfer. Kalau orang-orang biasa gini ya dicicil, cuman ya dibatasi bulan kemarin harus lunas semua beserta uang gedungnya," pungkasnya.
Terpisah, Koordinator Paguyuban Wali Murid SMPN 2 Jombang Irwan Prakoso membenarkan harga kain seragam batik yang dibandrol oleh pihak sekolah. Ia menuturkan tidak mengetahui proses pengadaan kain seragam batik tersebut. Menurutnya, harga tersebut sudah disampaikan kepada para orang tua siswa melalui rapat wali murid.
"Selama ini tidak ada komplain apapun dari setiap ketua paguyuban wali murid di kelas 7," kata Irwan melalui sabungan telepon, (12/9).
Irwan meminta para wali murid yang keberatan dengan harga seragam batik untuk menyampaikan kepada dirinya. Pihaknya akan memberi keringanan bagi siswa dari keluarga tidak mampu.
"Kalau ada yang tidak mampu kami subsidi. Selama ini tidak ada yang ngomong sama sekali sehingga tidak ada yang disubsidi karena kami anggap mampu semua," pungkasnya.(*)
