Memiliki hobi memelihara burung perkutut sejak usia muda mengantarkan Nasrul Eri Ardhana (30) sebagai peternak perkutut yang sukses seperti sekarang.
Di rumahnya di Jalan WR. Supratman No.29 Bendogerit, Kota Blitar, kini selalu ramai dengan suara perkutut manggung. Ratusan burung perkutut mulai dari berbagai jenis yang disilangkan mulai dari jenis bangkok, biasa, terasan, perkutut lokal warna hitam dan putih serta berbagai jenis perkutut lomba berhasil dia kembangan.
Semula, pria yang akrab disapa Erik ini hanya memelihara tiga pasang burung perkutut pemberian saudaranya dari Tuban. Namun selang satu tahun berselang, perkutut peliharaannya belum membuahkan hasil.
"Setelah itu perjuangan saya bertekad bikin kandang ternak banyak malah mau bertelur. Semenjak saat itu saya terus belajar budidaya sampai sekarang," ungkapnya saat ditemui BlitarTIMES pada Jumat (23/08/2019).
Menurutnya, burung perkutut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan jenis burung lainnya. Suara perkutut yang merdu itu memang tidak sekadar membuat pemiliknya merasa damai di rumah. Bahkan, ada yang percaya perkutut bisa mendatangkan rejeki atau kehokian bagi sang pemilik.
"Keunikannya lagi setiap burung perkutut memiliki karakter yang berbeda. Masing-masing burung memiliki suara yang berbeda-beda. Selama ini belum pernah nemuin yang suaranya sama, kalo mirip sering, tapi kalau sama saya rasa gak pernah. Jadi harganya pun tidak bisa dipatok," terangnya.
Hal ini lah yang menjadikan nilai jual burung perkutut cukup stabil dan bervariasi. Mulai kisaran ratusan hingga puluhan juta rupiah.
Selain itu, menurut Erik tidak ada perlakuan khusus untuk merawat perkutut. Cukup pemberian pakan dan minum serta kebersihan kandang dilakukan satu minggu sekali.
"Burung perkutut prospek kedepan cukup baik dan semua punya kesempatan. Tidak hanya peternak besar saja yang punya kesempatan. Jadi harus jeli dan banyak belajar. Soalnya indukan bagus dan pejantan bagus belum tentu menghasilkan anakan bagus," lanjutnya.
Berkat keuletan dan ketelatenannya, kini Erik memiliki ratusan ekor perkutut trah juara yang banyak digemari oleh pecinta perkutut dari berbagai daerah. Menurutnya, tak jarang mereka sengaja datang untuk meminang perkutut peliharaannya mulai dari Malang, Tulungagung, Kediri dan Trenggalek sekitarnya.
Untuk satu ekor perkutut jenis bangkok terasan Erik mematok harga mulai dari Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah. Sedangkan untuk perkutut lomba dia memasang bandrol mulai harga 2 juta hingga puluhan juta rupiah.
Perkutut trah juara yang dikembangkan Erik mengantarkan namanya cukup dikenal di kalangan pecinta perkutut. Bahkan tak jarang dia justru dititipi perkutut lomba agar dirawat dan memperoleh juara.
"Untuk perkutut lomba memang agak sulit, burung harus fit dan memiliki mental juara. Kadang di rumah bunyi, belum tentu waktu lomba mau bunyi. Untuk sebelum lomba biasanya diumbar terus dikasih jamu dan vitamin kacang ijo. Dan terutama burung lomba perlu proses adaptasi, jadi sering dibawa jalan-jalan untuk menguji mentalnya," tutupnya.(*)
