Pernak-pernik menyambut kemeriahan perayaan HUT Ke-74 RI bermunculan di sudut jalan Kota Malang. Mulai dari bendera Merah Lutih, umbul-umbul, dan pernak-pernik lainnya telah banyak dijumpai di jalanan.
Namun, bukan hanya itu. Pemandangan berbeda juga terlihat saat melintasi area taman ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Jl Kertanegara Kota Malang. Salah satu taman kota ini disulap dengan nuansa merah putih.
Pot-pot bunga kecil disusun rapi berdampingan merah putih. Nah, yang cukup menonjol yaitu salah satu pohon yang biasanya hanya berwarna kehijauan telah berjejer rapi di vertical garden berhiaskan bunga krisan dan bunga tuba dengan warna merah putih. Beberapa kali sempat terlihat masyarakat mengabadikan momen di dekat kawasan ini.
Kabid Pertamanan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Malang Kuncahyani mengatakan, pemasangan bunga merah putih di area taman kota itu sengaja dilakukan untuk mempercantik area RTH di Kota Malang sekaligus menyambut perayaan HUT Ke-74 RI dengan kesan yang berbeda.
"Menyambut Agustusan, kami persembahkan dengan konsep bernuansa bunga merah putih. Kami lakukan dekorasi agar terlihat lebih cantik dan indah. Dan makna merah putih bagi kami ialah merah itu semangat kami dan putih ketulusan kami untuk Kota Malang dan Indonesia," ujar Kuncahyani.
Bahkan tak hanya di kawasan Jl Kertanegara saja, tapi di beberapa vertical garden lain seperti di Jl Semeru dan Jl Ijen Kota Malang juga dirombak untuk berhiaskan nuansa merah putih.
Kuncahyani menambahkan, pengadaan bunga krisan dan kastuba didapat dari pembelian dengan dana isidentil atau penagadaan yang dilakukan oleh Disperkim. Kondisi bunga tersebut juga membutuhkan perawatan khusus.
"Kami memang punya kebun bibit. Tapi yang ini warnanya mencolok. Jadi, kami harus membelinya. Untuk menjadi sempurna, tanaman ini perlu treatmen khusus, harus menggunakan lab dan green house dalam proses pembibitan," imbuhnya.
Hanya, keberadaan bunga merah putih ini tidak akan berlangsung lama. Usai perayaan HUT Ke-74 RI, Disperkim bakal segera mengganti bunga-bunga tersebut dengan tanaman perdu. Sebab, bunga krisan dan kastuba disinyalir tidak bisa bertahan lama sehingga dilakukan penggantian tanaman.
"Ya inilah bentuk persembahan dari kami untuk HUT Ke-74 RI. Nanti akan kami ganti kembali karena bunga krisan dan kastuba ini tak bisa bertahan cukup lama," pungkas Kuncahyani.
