Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Lapsus Mereka yang Terangkat Hidupnya dari Olahraga (4)

Dulu Tak Kuat Beli Sepatu, Kini Pemain Arema FC Ini Bisa Berangkatkan Haji Orang Tuanya

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Redaksi

05 - Aug - 2017, 20:09

Placeholder
Pemain senior Arema FC, Ahmad Bustomi (Foto instagram @cak taufik)

MALANGTIMESSiapa yang tidak kenal dengan nama Ahmad Bustomi, gelandang Arema FC sekaligus mantan gelandang Timnas Indonesia.

Pesepakbola satu ini bisa disebut ikon dari Kota Malang karena prestasinya yang terbilang cukup sukses dibandingkan pemain lain.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Bahkan, saat ini Ahmad Bustomi tercatat sebagai anggota komite eksekutif Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI).

Salah satu kisah yang tak bisa dilupakan Bustomi adalah pengorbanan yang dilakukan ibunya saat dia masih mengikuti akademi sepakbola di Malang.

Tak punya sepatu layak karena miliknya yang lama sudah rusak, ibu Sumiati rela menggadaikan perhiasannya.

Uang hasil gadai anting seberat 1 gram yang laku Rp 100 ribu itu itu lantas dibawa ke toko olahraga dan dibelikan sepasang sepatu bola.

"Waktu itu mau seleksi Persema Junior tapi sepatu robek. Ibu rela menggadaikan perhiasan. Saya tak tega tapi ibu selalu menjawab ikhlas buat melepas perhiasan itu," kata Bustomi.

Dari sepatu yang terbeli atas hasil lelang perhiasan sang ibu, coretan tinta karier sepakbola Bustomi mulai tertulis.

Kegemaran Bustomi akan sepakbola sudah ditunjukkan sejak kecil. Saat baru berusia 11 bulan Butsomi sudah senang bermain bola.

Tomi, panggilan Bustomi di kalangan keluarga, sejak duduk di bangku kelas I SMP sudah meminta dimasukkan ke sekolah sepakbola.

Karena buta akan dunia sepakbola, Jumari (ayah Bustomi) meminta putranya memilih sendiri sekolah sepakbola yang disukai. Saat itu Bustomi memilih masuk sekolah sepak bola (SSB) Unibraw '82.

Bustomi sudah menunjukkan bakatnya saat berlatih di Unibraw 82, yang membuat dia terpilih masuk dalam tim inti untuk kejuaran sepakbola usia dini. Sampai pada waktunya dia lantas terpilih dalam seleksi Persema junior.

Selepas dari Persema junior, dia langsung direkrut bergabung dalam tim Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba). Saat itu usia Bustomi masih 16 tahun.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Perlahan tapi pasti karier Bustomi terus menanjak. Setelah sempat memperkuat tim senior Persema Malang dia menyeberang ke Arema Malang. Di sana namanya makin berkilau, dan berujung pemanggilan ke tim nasional.

Bustomi mendapatkan pengalaman menjejak Benua Eropa saat berusia 21 tahun. Dia masuk dalam skuat tim nasional U-23 yang berlatih di Belanda.

"Itu menjadi pengalaman pertama saya bisa mendengarkan Indonesia Raya di Belanda, negara yang pernah menjajah kita selama 350 tahun. Meski tak ditonton langsung oleh ribuan suporter Indonesia seperti saat main di sini tapi rasanya justru sangat mengharukan," kenang Bustomi.

Masa keemasan Bustomi berlanjut ketika memperkuat Mitra Kukar. Pemain yang akrab dengan nomor punggung 19 ini sampai bisa memberangkatkan haji kedua orang tuanya.

Sebagai pesepakbola, Ahmad Bustomi juga memikirkan masa depannya jika ia sudah gantung sepatu. Karena tidak selamanya ia bisa bermain bola.

Sedikit demi sedikit Bustomi mengumpulkan hasil keringatnya di lapangan untuk investasinya kedepan. Dan benar juga, pengagum Bima Sakti ini sudah mempunyai bisnis clothing yang diberi nama AB 19.

"Sebagai pemain bola saya juga memikirkan untuk kehidupan ke depan, karena tidak mungkin dong saya akan bermain sampai tua," ucap Bustomi.

Bustomi berpesan untuk pemain-pemaim muda, agar bisa sedikit menyisihkan pemdapatannya untuk kehidupan yang akan datang. Karena kalau hanya mengandalkan dari sepak bola tentu sangat berbahaya.

"Harus pintar-pintar memanajemen pendapatannya sendiri untuk pemain muda. Kalau tidak begitu nantinya bisa bingung misalkan gantung sepatu," jelas Bustomi.


Topik

Lapsus atlet-indonesia prestasi-olahraga sepak-bola ahmad-bustomi arema-fc timnas-indonesia appi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Redaksi