MALANGTIMES - Olahraga mampu mengubah kehidupan seseorang. Melakoni profesi sebagai atlet berprestasi tidak saja mengharumkan nama mereka, tetapi hidup mereka menjadi terangkat. Berkat prestasi dibidang olahraga, mereka perlahan keluar dari jeratan kemiskinan.
Bila kisah Muslimin, atlet angkat besi yang dulunya pengayuh becak sudah dihadirkan pada bagian kedua. Kini, kami kisahkan perjuangan seorang atlet wanita muda asal Malang keluar dari belenggu kemiskinan. Siapakah dia?
Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot
Ada getar suara berbeda ketika Fitriyanti Riyanti berkisah pada jurnalis Media Online Berjejaring Terbesar di Indonesia ini. Ucapan syukur tak henti ia ucapkan atas kehidupannya kini. Sepuluh tahun silam, Fitri yang kala itu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti saran sang guru olahraga.
Kala itu tahun 2006, guru olahraga Fitri menyarankan ia mencoba olahraga downhill (balap sepeda menuruni bukit).
"Nama guru olahraga saya Zainul Siswanto, dialah pelatih saya hingga kini. Beliau orang berjasa dalam hidup saya. Karena beliaulah saya bisa menjadi atlet downhill," cerita alumnus SMPN 17 Malang itu pada media online ini.
Fitri tak dapat menyembunyikan haru kala ia mengingat perjuangannya untuk bersekolah. Kemampuan orangtua yang kala itu pas-pasan membuat tempat tinggal menjadi barang yang mewah baginya.
Tawaran mencoba olahraga sepeda dari guru olahraga kala itu sempat ia tolak."Awalnya saya kurang suka dengan olahraga ini, enggak mau gitulah. Tapi beliau terus menyemangati saya. Mengajak saya ikut lomba juga. Akhirnya ya sudah suka," imbuh wanita kelahiran 1991 itu.
Ia ingat betul, uang prestasi dari lomba pertama yang ia ikuti sebesar Rp 500 ribu. Uang itu ia tabung. "Iya waktu itu saya dapat uang lima ratus ribu rupiah dan dari situlah saya ikut lomba dan mulai suka main sepeda dan ya sampai sekarang," ujar dia.
Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini
Jalan menjadi atlet downhill ia tempuh berliku hingga nama Fitriyanti Riyanti dikenal berkat raihan medali perunggu pada SEA Games tahun 2011.
Prestasi yang tak kalah membanggakan ialah ia berjaya pada kejuaraan Asia Pacific Downhill Challenge (APDHC) 2015.
Fitri bahkan pernah sukses menyisihkan 185 pembalap dari 30 negara di kelas Women Elite usai mencatatkan waktu 3 menit 5,861 detik.
Tak salah bila Fitri menjadi atlet sepeda andalan Kota Malang. Perjalanan Fitri menjadi atlet tentu tak mudah. Ada fase dimana ia terserang cedera cukup serius. Bulan September 2016 lalu ia terpeleset dan salah menempatkan kaki kanannya pada pedal.
Perjuangan panjang dara kelahiran 17 April 1991 itu berbuah manis. Mengumpulkan rupiah demi rupiah, Fitri kini mampu membeli sebuah rumah layak bagi ia dan keluarganya. "Dari sepeda, uang yang saya dapat saya pakai untuk bayar iuran sekolah. Selain itu, saya tabung," pungkas dia. (*)
