Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Ubi Jalar Lereng Gunung Arjuno Jajaki Pasar Spanyol dan Italia

Penulis : Nurlayla Ratri - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

31 - Jul - 2019, 23:38

Placeholder
Petani di Prigen, Jawa Timur, menunjukkan hasil ubi madu yang diharapkan bisa dipasarkan ke Spanyol dan Italia. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berupaya meningkatkan ekspor produk pertanian. Terbaru, hasil pertanian ubi jalar warga Desa Jatiarjo, Prigen, Pasuruan rencananya akan ditawarkan ke dua negara di Eropa Selatan, yakni Spanyol dan Italia. 

Kepala Subag Perdagangan dan Promosi Biro Adm Perekonomian Setda Provinsi Jatim, Wahyu Ilham Pradana mengungkapkan bahwa komoditas ubi diharapkan menyusul produk kopi yang sudah terlebih dulu mendapat pasar ekspor. "Ada banyak potensi komoditas ekspor asal Jatim. Seperti kopi, beras hitam organik, ubi madu, dan juga produk makanan minuman (mamin)," ujarnya. 

Wahyu mengungkapkan, saat ini produk ubi madu yang ditanam di lereng Gunung Arjuno oleh petani setempat itu tengah diuji sampling. Menggandeng Lembaga Rumah Dagang Indonesia (LRDI), sampel ubi madu itu dibawa langsung untuk ditawarkan ke market retail di Spanyol dan Italia. "Kalau nanti sesuai standar, maka bisa langsung dilakukan pengiriman untuk masuk pasar retail di sana," tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Umum LRDI Diebel Effendi mengungkapkan bahwa saat ini pemasok terbesar ubi ke Eropa Selatan adalah produk dari Amerika. "Secara kualitas, ubi kita di Jatim ini lebih enak. Hanya saja, karena pertaniannya masih tradisional kan perlu pembinaan untuk menyesuaikan standar pasar di Spanyol dan Italia. Misalnya spesifikasi berat, bentuk, dan lain-lain," terangnya. 

Dia menguraikan, semula konsumen ubi terbesar adalah Jepang. "Tetapi di Eropa, tren konsumsi kentang bergeser ke ubi ini. Generasi milenial di sana sedang gandrung sweet potato (ubi). Ke depan juga kerja sama dengan Pemprov Jatim tidak hanya ekspor ubi mentah, tapi juga membangun industri agar bisa ekspor ubi siap makan," urainya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sumber Makmur Abadi Prigen, Nur Hidayat mengaku saat ini produksi ubi masih terbatas. "Ubi kan masih tanaman awal, sebelumnya petani hanya fokus ke kopi. Jualnya juga masih ke pasar-pasar. Luasan tanamnya baru sekitar 5 hektare. Produksinya paling sekitar 10 ton per tahun per hektar dengan masa tanam 8 bulan," sebutnya.

 


Topik

Ekonomi Ubi-Jalar-Lereng-Gunung-Arjuno ekspor-produk-pertanian Pemprov-Jawa-Timur Setda-Provinsi-Jatim Wahyu-Ilham-Pradana



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurlayla Ratri

Editor

Sri Kurnia Mahiruni