Aksi vandalisme masih kerap ditemui di Kota Malang. Salah satunya corat-coret di dinding tembok warga maupun pertokoan. Prihatin dan gemas akan kondisi tersebut, Hariono, salah seorang seniman setempat memilih melukis dinding di lingkungan rumahnya untuk mempersempit ruang bagi vandalisme.
Secara swadaya, Hariono melukis tembok di kampungnya di Jalan Suropati, Kecamatan Klojen dengan diorama lansekap alam Malang Raya. Gambaran alam mulai dari air terjun, sawah, pegunungan, dan sungai terhampar. Lukisan keindahan alam itu seolah menyambut warga yang memasuki pintu gang kampung.
Lukisan itu terbentang di tembok sepanjang 30 meter dan lebar 5 meter. Hariono menyebut, pemilihan tema lukisan pemandangan alam itu sengaja dipilih. "Lukisan ini agar tembok kampung tidak dicoret-coret sama oknum-oknum tak bertanggung jawab yang malah bikin kelihatan kumuh. Sekaligus kritik pada perilaku traveler yang lebih menyukai perjalanan ke luar negeri. Padahal pemandangan di Indonesia justru lebih indah," paparnya.
Selain itu, pengecatan tembok kampung menjadi diorama pemandangan itu sekaligus dalam rangka menyambut HUT RI 17 Agustus mendatang. "Lukisan ini dibuat selain untuk mengisi peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-74, warga kampung sini juga berinisiatif membuat hal baru," kata Hariono.
Biasanya, lanjut Hariono, mural ketika peringatan hari kemerdekaan hanya diisi dengan gambar dan tulisan. Namun di kampung ini, warga mencoba mengangkat bahwa Malang sebenarnya indah.
"Selain sebagai kota pendidikan, kita ingin menonjolkan bahwa Malang adalah kota wisata yang punya keindahan alam," tutur pria 43 tahun ini.
Rencananya, seluruh dinding rumah warga di kampung tersebut akan dilukis pemandangan keindahan alam Malang. Harapannya, kampung tersebut bisa jadi kampung tematik lukis.
