MALANGTIMES - Kembali mencuat lagi nama publik figur Prof Bisri dan Mbak Nelly. Jika sebelumnya foto kedua sosok tersebut terpampang di depan Stasiun Kota Malang, kini banner #KTP Prof Bisri dan Mbak Nelly terpampang di depan Taman Krida Budaya Jawa Timut (TKBJ) Jalan Soekarno Hatta, Rabu (26/7/2017).
Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB
Banner tersebut sengaja dipasang oleh para simpatisan mereka. Terlihat ketika banner kedua sosok dibentangkan di pinggir jalan mengundang reaksi masyarakat bertanya-tanya. Masyarakat penasaran apa maksud dan tujuan kegiatan tersebut.
Koordinator Aksi Simpatisan, Jandi Nurhadi menjelaskan maksud dan tujuan aksi ini yakni semata-mata hanya untuk mengukur dan menggali tingkat responsif masyarakat tentang kedua figur tersebut.
"Intinya kami di sini untuk mengedukasi masyarakat terkait politik. Nah kami jelaskan kepada masyarakat tentang pendapat kedua sosok ini seperti apa dan bagaimana jika mereka menjadi pemimpin di Kota Malang," kata Jandi kepada MalangTIMES.
Selama menggelar aksi yang dimulai pukul 13.15 WIB itu, beberapa masyarakat dari kalangan mahasiswa sampai penjual yang berada di sekitar tempat pembentangan banner banyak yang penasaran.
"Tadi ada ibu-ibu tanya juga mereka mengaku kenal dengan kedua sosok yang dikenal orang baik, bersosial tinggi. Lalu ada mahasiswa yang memberi respon Prof Bisri sekaligus Rektor Universitas Brawijaya dikenal orang yang bijaksana, apalagi memberikan prestasi Universitas Brawijaya menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia," masih kata Jandi.
Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan
Selama digelarnya aksi yang berjalan sekitar 45 menit tersebut, menurut Jandi responsif dari masyarakat tentang kedua sosok berdasarkan pengakuan dari masyarakat banyak yang setuju mereka mencalonkan di Pilwali 2018 mendatang.
"Masyarakat menilai kedua figur sangat humbel merangkul masyarakat mulai dari kalangan bawah sampai high end. Kami berpikir positif saja karena kami hanya ingin menggali ukuran masyarakat sosok pemimpin yang mereka dambakan," tegasnya.
Jandi menerangkan dalam waktu dekat akan menggelar aksinya kembali, namun aksi selanjutnya visinya sama hanya temanya saja yang berbeda.
"Nanti kami akan melakukan aksi seperti ini lagi, maksud temanya sama hanya kemasannya yang berbeda. Intinya kami mencari opini publik tentang edukasi politik itu seperti apa," ujar Jandi.
