Pernak - pernik aneka miniatur satwa, robot, alat transportasi dan ikon - ikon tokoh super hero dunia terpampang di salah satu area Brawijaya Edupark Kota Malang.
Tapi, karakter - karakter ikonik ini bukanlah terbuat dari bahan - bahan mahal layaknya yang hadir di pusat perbelanjaan khusus mainan. Aneka miniatur ini hadir dari barang - barang yang ramah lingkungan.
Ya, kampanye untuk peduli lingkungan memang sedang digencarkan semua kalangan. Tak hayal, hal itu juga menggelitik pelaku usaha kreatif di Kota Malang. Salah satunya yang dilakukan Mohammad Taufiq Shaleh Saguanto.
Beragam replika tokoh - tokoh miniatur, robot, alat transportasi, dan yang lainnya dengan memanfaatkan sampah botol sekali pakai hadir di Museum Recycle dan Edukasi Brawijaya Edupark, Kota Malang.
Kepedulian akan lingkungan menjadikan Taufiq tergerak untuk membuat prakarya dengan kreativitas pemanfaatan botol plastik bekas.
"Permasalahan sampah plastik ini sudah mendunia. Butuh kesadaran bersama untuk menanggulangi ini. Padahal cukup dengan memulai dari hal kecil dan alat seadanya, seperti botol plastik ini sudah bisa berubah jadi motor gede yang keren," ujar dia.
Untuk membuat beragam kreasi tersebut, Taufiq menjelaskan jika hal itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Hanya dengan bermodal bahan utama seperti botol atau berbagai bahan dari plastik bekas, gunting, lem tembak dan gergaji.
"Semuanya saya kira bisa untuk membuat ini, karena gampang dan alatnya mudah dicari," imbuh dia.
Hadirnya museum recycle di Kota Malang ini menjadi sebuah ajang untuk pembelajaran bagi siswa - siswi di kota berjuluk pendidikan ini. Selain itu bisa menjadi sebuah gerakan peduli lingkungan dengan bebas sampah plastik.
"Kita harapkan kedepan banyak pengunjung yang tidak hanya menikmati hasil prakarya ini, tapi juga bisa ikut belajar membuatnya. Dan ini saya yakin ini bisa menjadi sebuah gerakan baru untuk peduli lingkungan dan bebas sampah plastik," tandas pria yang menggeluti mainan botol bekas ini sejak 2015 yang lalu.
