Sambil meneriakkan ‘aku juara’, 198 atlet Kota Batu berjalan di atas bara api di Coban Rondo, Minggu (23/6/2019). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk character building untuk mempersiapkan diri turun di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI.
Arafat Bakhtiar, motivator yang mengisi acara di berbagai televisi nasional, menghipnotis 198 atlet Kota Batu itu. Mereka bergiliran satu per satu berjalan setapak demi setapak menuju bara api yang disiapkan setelah mereka berteriak ‘aku juara’. Ada yang merasa takut. Ada juga yang merasa percaya diri.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menguji mental atlet Kota Batu yang akan berlaga dalam Porprov Jatim. Oleh KONI Kota Batu, Arafat Bakhtiar didatangkan khusus untuk membangun mental atlet melalui outbound training Indonesia. Dia menguatkan mental para atlet Kota Batu ewat permainan yang menyenangkan.
“Apa yang dikatakan Pak Mahfud (ketua KONI Kota Batu) benar. Banyak atlet yang kalah sebelum bertanding. Banyak yang hancur pada 10 menit sebelum bertanding karena mental jatuh. Karena itu, 5-10 menit sebelum bertanding sangat penting,“ kata Arafat.
Arafat meminta kepada semua atlet agar membiasakan pola komunikasi yang positif. Dia menyebut lawan terberat atlet adalah keraguan. Saat berbincang dengan atlet, Arafat melihat ada keraguan dalam atlet tersebut.
Ia juga mengajak seluruh atlet untuk mengawali dengan pola pikir dengan kalimat optimistis. "Kalau mau menang, ucapan seperti ya kita lihat saja nanti harus diubah menjadi ya saya akan menang," imbuhnya.
Sementara, Ketua KONI Kota Batu Mahfud mengatakan character building ini merupakan implementasi sport science yang dilaksanakan KONI Kota Batu dalam rangka mempersiapkan atlet dalam Porprov Jatim mendatang.
“KONI dan pelatih sudah sepakat tidak hanya melatih dengan cara tradisional seperti dulu lagi. Character building ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menuju Batu 10,” kata Mahfud.
Mahfud menambahkan bahwa atlet Kota Batu harus memiliki fisik yang baik. Atlet Kota Batu juga harus memiliki teknik yang baik juga mental yang berkualitas.
”Fisik bagus, teknik bagus, tapi kalau mental atlet lemah, ya percuma. Melihat musuh, sudah keder. Kalau sudah begitu, sekian persen kemampuan bermain pun hilang,” ujar Arafat.
