Munculnya seekor ular sanca kembang membuat geger warga lingkungan Bendil dan Ngrebo, Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Informasi yang dihimpun, ular tersebut pertama diketahui oleh Siswanto, salah seorang warga setempat. Siswanto ketika itu sedang bersama sesama warga lainnya di acara hajatan warga.
Di saat yang sama, Siswanto mendengar suara sapi milik warga setempat berteriak. Merasa curiga, Siswanto menghampiri lokasi sapi berada. Setelah dicek, Siswanto mendapati sapi yang berteriak-teriak itu disebabkan seekor ular sanca kembang yang berada di dekat tempat sapi itu.
"Awalnya paklik (Siswanto) itu pergi ke hajatan, manggil-manggil kakak saya tapi tidak mendengar. Tapi kakak saya lari ke belakang (ke lokasi Siswanto mengetahui ular itu)," jelas Topan Triarijatmiko (36), keponakan Siswanto, kepada awak media, Rabu (27/03/2019).
Menurut pengakuan Topan, ketika Siswanto berteriak ke warga bahwa ada ular, warga yang menghampiri Siswanto tidak ada yang berani membantu Siswanto untuk menangkap ular. Siswanto hanya dibantu Topan ketika hendak menangkap ular itu. "Ya sempat ada perlawanan pas mau kita tangkap," sambungnya.
Namun, akhirnya ular sanca kembang itu berhasil ditangkap Topan dan Siswanto di sungai areal terdekat. Ular tersebut ditangkap dengan peralatan seadanya. Saat ini, ular sanca kembang tersebut diamankan di rumah Topan. "Ular itu memiliki panjang 3 meter, bobot 25 kilo," katanya.
Rencananya, ular itu oleh Topan akan dijual. Namun, dia belum mengetahui berapa harga pasaran ular jenis sanca kembang itu. "Kalau laku, ya dijual. Tapi harganya belum tahu," tambahnya.
Topan juga menyatakan, sebelum diadakan penangkapan ular Sanca Kembang itu, sempat hewan piaraan jenis unggas milik warga setempat hilang secara tiba-tiba. Warga menduga hilangnya unggas-unggasnya karena dimakan sanca kembang.
