Problem-problem klasik masih menjadi penghambat bagi para penyandang disabilitas dalam mengakses dunia kerja, termasuk di Kota Malang. Selain belum banyak perusahaan yang membuka lowongan khusus, masalah skill atau kemampuan para penyandang cacat juga menjadi faktor utama.
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang Pipih Tri Astuti mengungkapkan, saat ini di wilayah tersebut terdata ada sekitar 1.323 orang. Rinciannya, yang berusia anak-anak sebanyak 544 orang dan 779 orang dewasa. "Serapan tenaga kerja untuk difabel, alhamdulillah selama ini sudah cukup baik," terangnya.
"Baik dari Kementerian Sosial maupun Provinsi Jawa Timur juga punya UPT (unit pelaksana teknik) pelatihan-pelatihan. Mereka selalu minta Kota Malang bisa kirim (penyandang disabilitas) untuk dilatih, dan rata-rata bisa bekerja," tambah Pipih saat ditemui hari ini (19/3/2019) di kantor Dinsos Kota Malang, Jalan Sulfat.
Terkait kesulitan akses pekerjaan, menurut Pipih dipengaruhi banyak faktor. Seperti, kurangnya informasi perusahaan atau instansi yang membuka lowongan. Juga masih ada penyandang disabilitas yang tidak percaya diri mengembangkan bakat/minat atau mengikuti pelatihan keterampilan. "Mungkin karena skill. Terus terang kalau perusahaan itu banyak butuh tuna daksa yang tangannya masih bisa kerja," tuturnya.

Selain itu, kemampuan kognitif penyandang disabilitas juga menjadi faktor pertimbangan tambahan dari penyedia kerja. "Pengetahuannya juga SDM-nya harus dipunyai. Kalau tunanetra kan bisa pijet. Yang kasihan itu yang sudah nggak bisa apa-apa di tempat tidur itu. Itu yang menjadi pekerjaan rumah yang harus dipikirkan," sebutnya.
Selama ini, lanjut Pipih, para penyandang disabilitas yang bekerja cukup mendapat apresiasi dari pemberi kerja. "Misalnya tunarungu asal Kota Malang. Ada yang bekerja di salah satu jaringan retail. Mereka diapresiasi karena kerjanya lebih rapi, lebih bagu menata berkas-berkas administrasi," terangnya.
"Tapi memang perlu dilatih dulu. Salah satunya kami menggandeng dari luar seperti kegiatan Festival Vokasi #TemanDisabilitas ini ke depannya akan memberikan pelatihan keterampilan," terangnya. Dengan pelatihan, lanjutnya, para penyandang disabilitas diharapkan bisa lebih mandiri, punya bekal dan bisa bekerja, serta punya usaha sendiri untuk masa depannya.
