Perkembangan industri Kreatif di Kota Malang bisa dibilang cukup pesat. Salah satunya pada bidang kerajinan. Berbagai macam kerajinan bisa ditemukan di kota pendidikan ini. Salah satunya Rojokeling Woodcraft yang membuat berbagai macam kerajinan dari bahan kayu yang berlokasi di Jl Kemantren 1 Klayatan, Sukun, Kota Malang.
Memiliki basic di bidang audio visual, tak menyurutkan Mario Bannet owner Rojokeling Woodcraft untuk terus mengembangkan usaha yang bertolak belakang dengan basicnya tersebut. Berdiri sejak tahun 2014, Bannet mengawali usahanya berdua dengan seorang temannya.
"Basic saya audio visual. Sempat diajak teman ke dunia audio visual, tapi passionnya tidak ada. Teknologi minta upgrade terus, akhirnya saya mulai buka kerajinan woodcraft ini," kata Bannet
Bannet mengawali usahanya dengan membuat miniatur kapal penisi. Kapal penisi buatannya ini memang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Sebab, semua detail kapal penisi ia buat semirip mungkin dengan gambar aslinya.
Namun, saat ini ia sudah tidak membuat lagi miniatur kapal penisi tersebut. Sebab, ia kekurangan sumber daya yang bisa membantunya untuk proses pembuatan miniatur penisi tersebut. "Dulu pernah melatih orang, tapi kemudian berhenti, mungkin passionnya bukan disitu," jelas Bannet.
Menggunakan bahan limbah kayu, ia bisa membuat berbagai macam woodcraft dan furniture yang dikerjakannya bersama 7 orang karyawannya. Tak sembarang limbah kayu yang bisa menjadi bahan dasarnya. Kayu yang ia gunakan antara lain kayu palet dari pohon pinus, jati belanda, sonokeling serta pohon nangka yang diambilnya dari pasuruan, surabaya dan Mojokerto. "Konsep saya disini itu, mengolah limbah kayu menjadi barang kreatif berupa woodcraft dan furniture," jelasnya.
Di tangan Bannet, limbah kayu tersebut diubahnya menjadi barang kreatif yang bernilai jual tinggi seperti hiasan lampu, lemari palet, tempat pot bunga, name tag, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, bahkan yang ia buat juga tembus di pasar ekspor seperti di Amerika dan Inggris seperti kacamata yang terbuat dari kayu dan jam tangan yang juga terbuat dari kayu. Bahkan, tak jarang barang buatannya itu ikut serta meramaikan pameran - pameran woodcraft.
Namun, untuk kacamata kayu yang ia buat, menggunakan branding "Sahawood". Branding ini sendiri ia tuturkan karena ia berkolaborasi dengan yayasan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Sadar Hati Kota Malang.
"Untuk kacamatanya kita gunakan branding Sahawood, kepanjangannya Sadar Hati Woodcraft, karena kita berkolaborasi dengan yayasan Sadar Hati" tutur Bannet.
Tidak sekedar itu, ia juga memeberikan wadah untuk para anak jalanan atau yang sering disebut anak Punk untuk dibekali kreativitas dengan cara bekerja di usaha milik Bannet tersebut. Untuk harga woodcraft dan furniture buatan Bannet ini, dibandrol sekitar Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah.
