Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Diculik Hingga Melakukan Hubungan Suami Istri, Ini 6 Ritual Sebelum Menikah

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

09 - Feb - 2019, 18:37

Placeholder
Gubuk Bercinta Suku Kreung di Kamboja gubuk ini menjadi tempat pertemuan antara putrinya dengan banyak laki-laki agar ia bisa mendapatkan cinta sejati.

Jika biasanya ritual dilakukan pada tahap pernikahan, tapi kalo masih dalam tahap pacaran terdapat sebuah ritual. Meskipun demikian tidak menjamin akankah mereka bisa ke jenjang pelaminan. 

Ada banyak cara dan tradisi unik mengenai  cara berpacaran sebelum nenikah. Berikut 6 Ritual sebelum resmi menikah.

1. Gubuk Bercinta Suku Kreung di Kamboja

Ketika anak gadis sudah menjelma menjadi wanita dewasa 15 tahun ke atas, para ayah di suku kreung kamboja akan membuat sebuah gubuk. Di mana gubuk ini menjadi tempat pertemuan antara putrinya dengan banyak laki-laki agar ia bisa mendapatkan cinta sejati.

Setelah pondok didirikan dan gadis suku kreung mendiami tempat itu, maka laki-laki boleh datang bertamu untuk mengenal sang gadis. Dalam kesempatan ini, laki-laki dan perempuan suku kreung juga diperbolehkan menginap bersama semalam dan melakukan hubungan suami istri tanpa ikatan pernikahan.

Hal ini tidak menjadi masalah karena orangtua ataupun kerabat gadis mengetahui dan mengizinkan hal tersebut. Tapi jangan salah sangka jika laki-laki bisa bercinta dengan gadis tersebut, hanya laki-laki yang masuk kriteria dan mendapatkan izin untuk bercinta.

Laki-laki yang tidak masuk kriteria hanya dapat berbincang-bincang untuk menghabiskan malam. Hal ini dilakukan sampai sang gadis menemukan pria yang cocok untuknya. Tradisi gubuk bercinta itu untuk mendapatkan suami yang sempurna. Dan di sana tidak ada kasus pemerkosaan di Kamboja. 

2. Makan Apel Diketiak Pasangan
 

Ritual aneh pacaran ini bisa dijumpai dipedalaman Desa Austria. Bagi masyarakat asli di sana meyakini bahwa bau ketiak wanita mencerminkan tingkat seksualnya, apakah liar, normal, atau biasa-biasa saja. Untuk mengetahuinya ada perayaan pesta bujang di mana para perempuan dan pria akan berkumpul di suatu tempat mereka menari bersama.

Tetapi untuk wanita menari sambil menaruh apel diketiaknya dan baru diperbolehkan berhenti sampai berkeringat deras. Setelah itu irisan apel bercampur keringat itu akan diberikan dan makan oleh pasangan mereka, untuk mengetahui berasa besar aroma seksual. 

3. Festival Pacaran Suku Wodaabe di Afrika
 

Festival pacaran di suku Wodaabe kaum pria melakukan perawatan tubuh selama berhari-hari sampai acara dilangsungkan. Mulai luluran, masker lumpur, dan beragam terapi kecantikan lainnya agar mereka terlihat bersih dan menariknya di mata calon pacarnya. Selama berlangsungnya festival itu para  pria akan memakai pakaian andalan mereka selama satu minggi agar ketampanan mereka bertambah maksimal.

Kemudian mereka akan berkumpul dan saling berkompetisi. Sementara wanita hanya diam dan mengamati sati per satu peoa yang mana yang terlah memikatnya. Barulah di hari terakhir mereka menentukan pria yang dipilih. Biasanya dalam tahap pacaran ini tidak lama, selamg beberapa bulan mereka akan jenjang pernikahan. 

4. Ala Kachuu


Tradisi aneh untuk menculik wanita untuk dijadikan pengantin. Bukan aneh lagi tapi ritual pacaran ini sangat mengerikan. Dijuluki sebagai Ala kaachu yakni buru dan sergap seakan melegakan pemerkosaan para pria di Kirgistan diperbolehkan untuk menculik menyekap dan memaksa wanita untuk dinikahi. Lebih dari 50 persen pernikahan disumbangkan dari tradisi ini. Setelah diculik, pihak pria akan memberikan kabar kepada keluarga wanita yang diculik.

Anehnya pihak keluarga tidak mempermsalahkan hal itu, justri bangga karena anaknya bisa terpilih menjadi mempelai wanita. Tetapi jika ditolak itu akan mencoreng anak baik keluarga wanita, seban seorang wanita yang sudah menginap di rumah penculik pasti sudah tidak suci lagi.

5. Pacar Bersama Suku Mosuo di China


Tradisi unik dari leluhur itu masih dipertahankan hingga saat ini. Seorang wanita akan menunggu kedatangan beberapa pria di kamarnya. Bila mendapati pria tesebut tidak sesuai dengan kriterianya maka akan diusir, dan menunggu pria sampai seduai dengan kriterianya. Lucunya para pria ini diwajibkan lewat jendela.

6. Tradisi Membeli Pengantin di Thailand


Ada sebuah tradisi ini peninggalan leluhur yang masih dipertahankan hingga saat ini. Jika seorang pria menyukai wanita makan akan mengajak kencan langsung menemui ibu sang wanita dan akan melakukan negoisasi tentang berapa harga yang harus dibayar untuk mengajak tinggal bersama. Dan jika si pria ingin mengajak menikah bisa sekaligus membayar mahar dihari tersebut.


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni