MALANGTIMES - Ada sebuah tradisi ulama dalam menyampaikan dakwahnya lewat seni dengan tujuan mengagungkan Allah SWT dan Rasulnya Muhammad SAW yang hingga kini terus dikembangkan dan dilestarikan di Jawa Timur.
Tradisi ini menjadi salah satu sarana dakwah lewat kesenian sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kesenian ini bernama hadrah.
Awal mula kesenian ini diperkenalkan seorang sufi terkenal asal Turki bernama Jalaluddin Rumi.
Nama lengkapnya Jalaluddin Rumi Muhammad bin Muhamad Al Balkhi Al Qunuwi. Dia memiliki guru yang juga seorang sufi besar bernama Syamsi Tabriz.
Pada abad ke 13 kesenian ini dibawa ke Indonesia oleh seorang ulama besar asal Yaman bernama Ali bin Muhammad bin Husein Alhabsy tepatnya pada tahun 1259 -1333 hijriyah atau 1839 – 1931 masehi.
Tradisi dakwah lewat kesenian asli Arab ini awal mula menggunakan sarana rebana yang lama-lama berkembang di Indonesia dengan kesenian hadrah.
Seni hadrah sendiri di Indonesia memiliki beragam aliran. Salah satunya adalah Seni Hadrah ISHARI.
Komunitas hadrah ini berkembang di Jawa Timur khususnya di kalangan pesantren.
Bahkan, ke depan perkumpulan seni hadrah ISHARI yang merupakan singkatan dari Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Nahdhatul Ulama (NU) Jawa Timur bertekad akan terus mengembangkan kesenian ini hingga benar-benar mengakar di masyarakat.
Tekad ini disampaikan langsung Ir H Yusuf Arif Anwar, pengurus pusat ISHARI NU pusat saat membuka musyawarah wilayah (Muswil) ISHARI NU Jatim pada Jumat (28/12/2018) hingga Minggu (29/12/2018).

Screenshot Video (youtube)
Muswil digelar di Pondok Pesantren Kalijogo, Desa Sukolilo Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini dihadiri kader-kader ISHARI mulai cabang hingga pengurus pusat, perwakilan Pemkab Malang, kepala desa dan para kyai.
Kegiatan ini dibuka oleh Ir H Yusuf Arif Anwar selaku Pengurus Pusat ISHARI NU.
Dalam sambutannya Yusuf Arif Anwar menyampaikan tujuan utama Muswil ini terpampang pada tema kegiatan yakni 'Merajut Ukhuwwah dalam Kemandirian Jami’iyyah'.
"Tujuan muswil ini sebagai gerakan pelestarian budaya warisan ulama-ulama nusantara. Sekaligus mudah-mudahan menjadi sarana efektif merajut ukhuwah islamiyah," ungkap Ir H Yusuf Arif Anwar.
Karena itu, pihaknya akan terus mengembangkan kesenian ini di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
"Dan InsyaAlllah kita akan mendeklarasikan cabang ISHARI di Sulawesi Utara setelah kegiatan ini," jelasnya.
Ketua Panitia Muswil ISHARI NU Jatim, Saiful Anam mengaku optimis seni hadrah ISHARI akan terus berkembang hingga merata diseluruh kota/kabupaten di Jatim.
“Saya sendiri sangat yakin seni hadrah akan terus berkembang karena semangat teman-teman ISHARI NU Jatim untuk mempertahankan dan melestarikan seni hadrah ini sangat luar biasa,” tutupnya.
