Apa yang dialami Sihabudin warga Jalan Simping, Kecamatan Lawang ini bisa dijadikan pembelajaran.
Lantaran teledor, pria yang kesehariannya bekerja sebagai penjual Alat Tulis Kantor (ATK) tersebut, harus merelakan barang dagangannya habis dilahab api.
“Dari pendalaman petugas, kebakaran dipicu lantaran korsleting sepeda motor yang ada di dalam toko,” kata Kepala Seksi Badan Pencegahan Dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang, Agus Suyanto, Kamis (27/12/2018).
Bermula dari petaka tersebut, api yang semula membakar sepeda motor seketika merembet ke seluruh ruangan toko yang bernama Ridho Jaya tersebut.
“Selain menjual ATK, pemilik toko juga menjual mainan anak, jilbab, bahan jahit, acesoris seperti jam, dan keperluan olah raga. Hal ini yang menyebabkan api mudah merembet,” sambung Agus kepada MalangTIMES.
Pristiwa ini lantas dilaporkan pria 53 tahun itu, ke perangkat desa sebelum akhirnya dilanjutkan ke PPBK Kabupaten Malang.
Mendapatkan informasi, beberapa personel serta dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Api baru bisa dijinakkan sekitar satu jam kemudian,” imbuh Agus.
Meskipun tidak sempat merembet ke pemukiman warga, namun kerugian mencapai puluhan juta.
“Tidak ada korban jiwa atas insiden ini, kerugian ditafsir mencapai Rp 40 juta,” pungkasnya.
