Joni Samsul Hadi, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, saat menyampaikan status siaga bencana diperpanjang hingga bulan Juni, Selasa (09/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Joni Samsul Hadi, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, saat menyampaikan status siaga bencana diperpanjang hingga bulan Juni, Selasa (09/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim sepanjang tahun lalu dan terus terjadi sampai kini, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, memperpanjang status siaga bencana.

Awalnya, BPBD Kabupaten Malang memprediksi bencana alam akan berakhir pada bulan April. Tapi dengan kondisi cuaca dan iklim ekstrim di tahun 2017 ini, status siaga bencana diperpanjang hingga bulan Juni. 

"Kita perpanjang status siaga bencana di Kabupaten Malang. Sampai bulan ini (Mei, red) hujan masih turun dan cuaca tidak menentu," kata Joni Samsul Hadi, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Selasa (09/05).

Perpanjangan status siaga bencana tersebut juga berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan anomali cuaca masih akan terjadi.

Peringatan dari BMKG tersebut terlihat nyata. Dampak perubahan iklim yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang sampai saat ini kian tak menentu dan sulit diprediksi. Dalam sepekan, Kabupaten Malang terik dengan panas matahari, tapi sepekan kedepan, cuaca berubah menjadi hujan. 

"Iya inilah kondisinya sekarang, anomali cuaca. Efeknya berpotensi terjadi bencana alam," kata Joni. Bencana alam yang dipicu perubahan cuaca ekstrim dan tidak terprediksi di wilayah Kabupaten Malang tercatat selama periode Januari-April 2017 telah terjadi 48 kali.  

Baik berupa bencana  puting beliung sebanyak 24 kejadian, tanah longsor 20 kejadian, dan banjir 4 kejadian. Dengan kondisi inilah BPBD Kabupaten Malang memperpanjang status siaga bencana dengan harapan masyarakat semakin tanggap dan siap siaga saat bencana datang.

Di pihak lain, BPBD sendiri dengan semakin tingginya frekuensi bencana alam dibanding tahun 2016 lalu, menyiapkan tambahan anggaran dari sebelumnya Rp. 5 miliar menjadi Rp. 5,7 miliar. 

"Untuk dana tak terduga disiapkan Rp. 5 miliar, sehingga total dana bencana sebanyak Rp. 10,7 miliar di tahun 2017," ujar Joni.

Dia juga menambahkan bahwa anggaran penanggulangan bencana masih bisa bertambah lagi jika ada penanganan pasca bencana dari beberapa dinas terkait. 

"Perbaikan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan dananya dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga. Atau penghijauan oleh Dinas Lingkungan Hidup," ujar Joni.

End of content

No more pages to load