Untuk melestarikan seni budaya, ratusan penari menggelar aksi menari selama tujuh jam di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Minggu (30/4/2017). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Antusias penari memperagakan tarian mulai tradisional moder, Tari Topeng Malangan, Tari Kuda Lumping, hingga Reog Ponorogo.
Satu persatu keolompok tari menunjukkan aksi tariannya di hadapan para pengunjung di Alun-alun Merdeka Kota Malang.
Ketua Umum Sanggar Tari Karawitan Asri Kusuma Universitas Negeri Malang, Aditya Danar menjelaskan kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia. Selain itu kegiatan ini dilaksanakan untuk memberi edukasi kepada masyarakat dalam upaya melestarikan kebudayan seni tari.
"Antusias peserta maupun penonton sangat tinggi sekali. Kami berharap terselenggaranya acara ini mampu memberikan manfaat kepada masyarakat umum," kata Aditya kepada MalangTIMES, Minggu, (30/4/2017).
Dia menjelaskan acara tari ini dimulai sejak pukul 12.30 WIB hingga 19.30 WIB malam. Kegiatan ini diawali dengan penampilan peserta tari satu persatu menyuguhkan tariannya secara estafet.
Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu
"Usai peserta menari diteruskan penari berikutnya selama tujuh jam. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian bagi kami para seniman untuk menjaga kesenian tari," terangnya.
Lanjut Aditya, kegiatan ini merupakan ajang tahunan yang digelar kali kedua di ALun-alun Merdeka.
Tak hanya itu saja, setiap peserta membawakan tarian yang berbeda-beda mulai tari adat tradisonal, modern dan klasik.
"Ada juga peserta yang membawakan drama teatrikal sejarah Kerajaan Singhasari pada masa Ken Arok dan ken Dedes. Kami berharap acara ini selain memberikan hiburan kepada masyarakat juga menyadarkan mereka akan pentingnya melestarikan budaya di Indonesia," ujarnya.
