Wali Kota Malang, H. M. Anton (dua dari kiri) memberikan motivasi dan semangat kepada pengunjung disabilitas di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang. (foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)
Wali Kota Malang, H. M. Anton (dua dari kiri) memberikan motivasi dan semangat kepada pengunjung disabilitas di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang. (foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang merupakan wadah dalam meningkatkan minat baca bagi masyarakat Kota Malang. Sayangnya, beberapa fasilitas masih banyak yang rusak dan segera ada pembenahan.

Kekurangan tersebut ditemukan saat Wali Kota Malang, H. M. Anton melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) pada Jumat, (28/4/2017). Karena itulah ia bakal membenahi fasilitas perpustakaan yang rusak menggunakan dana APBD tahun 2018.

"Kami melihat fasilitas perpustakaan perlu pembenahan seperti area ruang baca, tangga, kamar mandi dan atap gedung yang bocor ketika turun hujan. Nah, nanti dana PAK dan APBD 2018 kita anggarkan untuk pembenahan fasilitas dan gedung di sini," kata Abah Anton, sapaan akrab wali kota.

Lanjut Abah Anton, bahwa fasilitas dan gedung di perpustakaan memang masih belum maksimal untuk dimanfaatkan para pengunjung. Sehingga perlu pembenahan fasilitas secara signifikan agar fasilitas dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.

Selain itu, pemerintah juga akan memperbanyak dan menambah koleksi buku mulai buku pengetahuan umum maupun buku pelajaran lainnya. 

"Koleksi buku harus ditambah sesuai apa yang menjadi kebutuhan para pengunjung. Target pembangunan bakal dikaji kembali apa saja yang menjadi kekurangan dari fasilitas perpustakaan tersebut," terangnya. 

Dia menambahkan bahwa Perpustakaan Umum Kota Malang memiliki sejarah yaitu menjadi salah satu percontohan minat baca di Jawa Timur bahkan tingkat nasional. 

"Karena Perpustakaan Umum Kota Malang masuk nominasi top 99 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) menjadai perpustakaan percontohan bagi daerah lain. Inovasi baru yang dilombakan saat ini yaitu Layanan Pojok Braile (Lapobra) bagi penyandang para disabilitas di Kota Malang," ujarnya.

Dia menargetkan ke depan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang ini, mampu menembus peringkat top 40 perpustakaan terbaik se-Indonesia.