Beragam insiden yang seharusnya tidak terjadi mewarnai laga Arema FC versus Persebaya, Sabtu (6/10) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Berdasarkan beberapa video viral yang tersebar di medsos, terlihat pihak panpel Arema bisa dikatakan kurang sigap dan kerap kecolongan.
Seperti ketika jeda babak pertama ke babak kedua. Saat itu terlihat ada beberapa suporter Arema masuk ke dalam lapangan.
Mereka kemudian melakukan provokasi terhadap pemain cadangan Persebaya yang sedang melakukan pemanasan. Ada yang melempar uang ke arah pemain hingga menaruh uang ke jala gawang sampai-sampai ada yang mengajak pemain Persebaya berkelahi ketika suporter itu ditegur.
Tidak berhenti di situ. Tiba-tiba ada suporter Arema yang nyelonong masuk. Tanpa rasa malu dia kemudian mengeluarkan (maaf) kemaluannya untuk mengencingi gawang.
Aksi seperti ini kadang dilakukan Aremania untuk mengusir "apes" dalam pertandingan. Apalagi jika Arema tak mampu menjebol gawang lawan meski punya banyak peluang. Mengencingi gawang lawan dianggap sebagai tindakan mereduksi "kesialan" yang mungkin disebabkan anggapan kubu lawan menggunakan "kekuatan mistis".
Saat pertandingan berakhir, suporter Arema masih saja berulah. Ada yang kembali masuk ke lapangan dan menyobek bendera Persebaya di hadapan pemain yang saling berjabat tangan.
Beruntung aksi provokasi itu tidak dihiraukan pemain Persebaya. Dan justru oknum suporter itu mendapatkan teguran dari kapten Arema FC Hamka Hamzah.
Selain beberapa insiden tersebut, yang cukup disayangkan adalah nyanyian rasis serta ujaran kebencian sepanjang laga. Lagu itu menyebutkan kata penghilangan nyawa.
Beberapa insiden tersebut tentu mencoreng Aremania. Padahal, satu minggu sebelumnya mereka berkomitmen damai. Itu terjadi dalam laga amal antara Arema FC dan Madura United. Bahkan, total ada 18 perwakilan klub yang menyuarakan ikrar damai.
Laga Arema FC versus Persebaya sendiri dimenangi tuan rumah dengan skor 1-0. Gol tunggal Arema dicetak Ahmad Nur Hardianto pada menit ke-70. Dia mendapatkan bola rebound dari tendangan bebas Makan Konate.
Beragam insiden yang tidak seharusnya terjadi ini mendapat reaksi dari pentolan Bonek Andie Peci. "Pasca-kematian Haringga (suporter Persija Haringga Sirila akibat keroyokan suporter Persib Bandung), seharusnya tidak perlu ada lagu dibunuh saja. Kenapa muncul lagi," ujarnya yang kemudian dituliskan dalam akun Instagram miliknya.
Menurut Andie, momentum meninggalnya Haringga seharusnya jadi cerminan bagi semua suporter untuk menjadi lebih baik agar ke depannya bisa lebih damai. "Dimulai dari hal kecil tapi mendasar. Kecuali jika memang Anda merasa masih hidup di zaman komunal primitif," ucap pria yang juga aktivis buruh ini. (*)
