MALANGTIMES - Sejumlah pedagang Pasar Merjosari mulai bergegas memindahkan barang dagangannya ke Pasar Terpadu Dinoyo Malang. Kepindahan di tepat barunya itu, para pedagang merasa lokasi transaksi jual beli letaknya sangat strategis.
Seperti yang dirasakan salah satu pedagang Pasar Merjosari, Pemilik Toko Fasco Blok 7 Nomor 1, H. Abdul Kolik mengatakan kepindahannya ke Pasar Terpadu Dinoyo ia sambut dengan senang dan mengikuti aturan dari Pemerintah Kota Malang.
"Memang sebelumnya ada problem pemindahan lokasi pasar yang penuh kontroversi mas. Tapi sekarang pedagang mulai pindah ke Pasar Terpadu Dinoyo," kata pria kerab disapa Abah Kolik kepada MalangTIMES, Jumat (7/4/2017).
Disinggung apakah pindah ke Pasar Terpadu Dinoyo menguntungkan para pedagang, Abah Kolik mengungkapkan sangat menguntungkan karena lokasinya sangat strategis berada di poros jalan. Selain itu, tempatnya ramai dilalui kendaraan.
"Tempatnya di situ sangat dijangkau pembeli, apalagi dekat dengan kampus. Saya berharap nanti pendapatan lebih meningkat dan barokah," tutur pria yang sudah berjualan di Pasar Merjosari selama 5 tahun tersebut.

Terkait pemindahan barang dagangannya ia sudah mempersiapkan mulai kemarin (Kamis, Red) berkemas dan mempersiapkan kendaraan yang menampung dagangannya.
"Kalau hari ini (Jumat,Red) semua barang masih belum bisa dipindahkan semua, kita bertahap mas. Besok saya masih mengangkut barang lagi," jelasnya.
Disamping itu, Abah Kolik di Pasar Terpadu Dinoyo memiliki 6 kios yang terdiri dari 4 kios untuk sembako dan 2 kios dijadikan warung.
"Harga pembelian keseluruhan kios waktu itu sekitar Rp 200 jutaan mas," pungkasnya.
Terlihat para pedagang Pasar Merjosari memindahkan sejumlah barang dagangannya menggunakan angkutan pick up dan angkutan kota (angkot).
