Dua pekan bukan waktu yang sekejap bagi keluarga almarhumah Shinta Putri Dina Pertiwi. Setelah dikabarkan meninggal akibat tenggelam di Danau Trebgaster, Bavaria, Jerman pada 9 Agustus lalu, hari ini (24/8/2018) rencananya jasad mahasiswi berusia 22 tahun itu akan tiba di Malang.
Umi Salamah, ibu kandung Shinta, mengungkapkan bahwa jenazah putrinya tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kemarin (23/8/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. Karena keterbatasan maskapai angkutan udara ke Malang, Shinta yang terbujur kaku di peti mati baru bisa diterbangkan paagi ini. "Berangkat pagi pukul 07.15 dari Jakarta, diperkirakan pukul 08.40 sampai di Malang," ungkapnya.
Menurut Umi, setelah sampai di Malang, jenazah tidak langsung dibawa ke pemakaman. Jenazah Shinta disemayamkan di rumah duka terlebih dahulu di Jalan Bandulan Gang 12, Kota Malang. "Disemayamkan untuk disalatkan oleh keluarga dan kerabat sampai pukul 11.30. Setelah itu dibawa ke Masjid Miftahul Huda Bandulan untuk disalatkan setelah salat Jumat," katanya.
Baru setelah itu, tubuh Shinta akan dibaringkan di peraduan terakhirnya di pemakaman Punden Bandulan Gang 8 sekitar pukul 13.00. "Kepada para sahabat dan handai taulan yang berkenan menyalatkan dan mengantarkan ke pemakaman dipersilakan hadir," tutur Umi.
Pihak keluarga juga telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari meminta penggalian lahat, juga membuat kembali kembar mayang atau rangkaian janur (daun kepala yang muda) untuk dibawa ke pekuburan. "Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhummah. Semoga Allah mengabulkan semua doa kita untuk almarhummah Shinta Putri Dina Pertiwi dan mencatatnya sebagai amal saleh kita," ucap Umi.
Seperti diketahui, pemulangan jenazah Shinta sempat terkendala karena keluarga kekurangan biaya. Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya dengan membuka donasi melalui jejaring bantuan Kitabisa.com dan juga dari donatur lainnya.
Diberitakan, Shinta di Jerman awalnya menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Leipzig melalui jalur beasiswa. Setelah selesai belajar di Universitas Leipziq, alumnus SMAN 7 Kota Malang itu melanjutkan studinya ke Universitas Bayreuth. Di kampus yang berdiri pada tahun 1975 itu, Shinta mengambil konsentrasi kedokteran forensik.
Sayang, sebelum meraih gelar akademik dari Universitas Bayreuth, Shinta terlebih dahulu meregang nyawa. Ia tenggelam di Danau Trebgaster, Jerman, pada Rabu 8 Agustus 2018. Danau dengan panjang 680 meter dan lebar 220 meter itu ada di kompleks kampus. (*)
