MALANGTIMES - Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa di wilayah Tumpang, Gondanglegi, Dampit, Pakis dan Turen Kabupaten Malang pernah berdiri stasiun Kereta Api (KA).
Keberadaan stasiun KA yang dikelola oleh Malang Stoomtram Maatschappij (MSM) dan berpusat di Stasiun Blimbing ini pernah menjadi rute barang terutama hasil pertanian tebu maupun penumpang yang cukup ramai di masanya, yaitu tahun 1897 sampai tahun 1908.
Baca Juga : Sempat Dilarang, Pemerintah Akhirnya Izinkan Ojol Angkut Penumpang, Ini Syaratnya
Sekitar 85 kilometer jalur trem yang pernah dibangun oleh MSM sebagai perusahaan swasta yang didirikan pada 14 November 1897 di wilayah Kabupaten Malang sebagai penghubung antar kota dan wilayah daerah.
Inilah beberapa stasiun peninggalan zaman Belanda yang dulu menjadi denyut perekonomian masyarakat Kabupaten Malang.
Stasiun Malang – Stasiun Bululawang (11 km), dibuka 14 November 1897. Stasiun Bululawang – Stasiun Gondanglegi (12 km), dibuka 4 Februari 1898.
Stasiun Gondanglegi – Stasiun Talok (7 km), dibuka 9 September 1898. Stasiun Talok – Stasiun Dampit (8 km), dibuka 14 Januari 1899.
Stasiun Gondanglegi – Stasiun Kepanjen (17 km), dibuka 10 Juni 1900. Stasiun Tumpang – Stasiun Singosari (23 km), dibuka 27 April 1901.
Stasiun Malang – Stasiun Blimbing (6 km), dibuka 15 Februari 1903. Stasiun Sedayu – Stasiun Turen (1 km), dibuka 25 September 1908.
Sejak 1987 hampir seluruh stasiun dan jalur KA tersebut sudah tidak aktif dan berubah fungsi. Bahkan tidak lagi terlihat sisa-sisa peninggalannya.
Beberapa warga di Gondanglegi pun tidak mengetahui bahwa dulu di wilayahnya terdapat stasiun KA yang kini menjadi pemukiman.
"Saya tidak terlalu mengetahui tentang itu. Kabarnya dari orang-orang tua memang dulu ada, mas,"kata Sudarman (35), warga Gondanglegi, Minggu (26/03).
Hal senada disampaikan oleh Ujang Sunandar yang mengatakan bahwa dia tidak mengetahui bahwa dulu wilayahnya merupakan Stasiun Gondanglegi yang dibangun pada tahun 1898 oleh MSM.
Baca Juga : Bagaimana Hukum PHK Karyawan di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Dari beberapa catatan serta penuturan Kamidi (76) warga Gondanglegi yang diingatnya, Stasiun Gondanglegi dibangun tahun 1900, sepanjang 17 KM menuju ke Kepanjen.
Dari stasiun ini, diangkutlah hasil bumi menuju ke berbagai kota di Pulau Jawa. Pada tahun 1942, Kekaisaran Jepang datang dan menduduki Hindia Belanda.
Karena saat itu Jepang sedang berperang dengan Cina di Manchuria, jalur kereta api Gondanglegi-Kepanjen dibongkar untuk kebutuhan transportasi di Manchuria.
"Karena merugi juga, kalah dengan angkutan lain waktu itu,"kata Kamidi dengan lirih dan berbahasa jawa ini.
Perkembangan teknologi yang menawarkan kemudahan bepergian warga, satu sisi telah menghapus ingatan sejarah perkeretaan di Kabupaten Malang.
Sisi lain, perkeretaan menjadi semakin dipacu untuk menerapkan pelayanan terbaiknya seperti sekarang ini.
Sumber : diolah dari berbagai sumber
