Tim Relawan Pemenangan Pasangan Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) di wilayah Kediri bagian Timur memiliki strategi khusus. Relawan "Gusti" (GusGIpul dan Mbak Puti) melakukan sosialisasi program pasangan yang mereka usung dngan cara menggelar pertunjukan jaranan (kuda lumping) bertempat di Dusun Puthuk, Desa Banaran, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri (19/06/2018) Sore.
Group Jaranan Desa setempat "Turonggo Putro" mempertunjukkan beberapa jenis tarian mulai dari tarian bantengan, kuda lumping, dan barongan. Dalam pertunjukan jaranan ini terlihat ratusan penonton dari berbagai usia nampak hadir menyaksikan pertunjukan asli kas kediri ini.
Gusti Pendiwan Marbun selaku koordinator relawan Gus Ipul Dan Mbak Puti (GUSTI) Kediri Timur menuturkan, bahwa pilihan strategi kampanye mengikuti permintaan masyarakat setempat. Selain itu budaya kesenian jaranan ini harus kita lestarikan dan jaga. Dari kesenian Jaranan (Kuda lumping) mendatangkan banyak massa tanpa mobilisasi serta apa yang kita sampaikan tentang pasangan yang kita usung akan lebih diterima karena tampak luar tidak berbau politik.
"Dan untuk Bapak dan ibu yang hadir, kepuasan masyarakat terhadap Gus Ipul mencapai 73% sehingga tidak perlu alasan lainnya. Mari coblos no 2,” Ajak Pendiwan.
Sementara nampak hadir juga Anggota DPR RI Komisi XI Dra. Eva Kusuma Sundari fraksi PDIP dapil VI dalam acara ini sosialisasi program Gus Ipul - Mbak Puti. Eva kali ini mengambil bagian untuk melakukan dialog khusus dengan para ibu-ibu yang hadir, serta menjelaskan program-program khusus Gus Ipul dan Mbak Puti terkait perempuan dan anak.
“Ibu-ibu mau sekolah SMA dan SMK gratis dan bekualitas? Mau pelatihan UMKM paket lengkap. Mulai dari permodalan, teknologi hingga pemasarannya? Mau musrenbang khusus ibu-ibu?,” kata Eva beretorika dan direspon aktif oleh ibu-ibu yang hadir.
Dalam kegiatan sosialisasi ini juga nampak hadir Panwaslu dari Desa Banaran dan Kecamatan Kandangan.
Dari keterangan Pendiwan, pertunjukan jaranan ini akan berlangsung hingga pukul 17:00 WIB. Namun Nampaknya akan diteruskan secara mandiri oleh masyarakat sebagai pertunjukan seni semata tanpa muatan kampanye.
"Para penari usia dewasa menuntut untuk tampil di luar jadwal kampanye" Ujar Pendiwan.
