MALANGTIMES - Berbagai argumen dari beberapa pihak terkait dengan adanya dugaan pemaksaan dengan ancaman dari Camat Pagelaran kepada kepala desa untuk masuk menjadi kader partai Nasdem, ternyata tidak diketahui oleh Rusman, Kepala Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Saat ditemui di Balai Desanya, Rusman mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya instruksi apalagi ancaman dari camat kepadanya untuk masuk partai Nasdem.
"Tidak ada itu mas di desa kami. Apalagi Pak Camat sekarang kan masih baru dua bulan di sini, jadi saya kira tidak mungkin juga ada seperti itu," ujar Rusman, Senin (27/02) sore di Balai Desa Karangsuko.
Dia juga mengatakan bahwa pertemuan kades dengan camat sampai saat ini bisa dihitung dengan jari, yaitu baru dua kali pertemuan. "Itu pun berkisar tentang permasalahan pengelolaan Dana Desa, tidak masalah lainnya apalagi politik," lanjut Rusman.
Kecamatan Pagelaran yang memiliki sepuluh desa dengan basis politik yang beragam di masyarakatnya, tentu akan menyulitkan siapapun yang akan menggiring yang telah hidup dan berkembang ke arah mono-partai yaitu Nasdem.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
"Di Karangsuko saja masyarakatnya beragam, ada yang PDI-P, Golkar, PKB dan lainnya. Jadi kalau benar ada instruksi tersebut kayanya mustahil juga. Pasti ada perlawanan dari masyarakat," terang Rusman yang juga menegaskan saat urusan pemerintahan dia maupun perangkat lainnya wajib menanggalkan baju partai.
"Kita bekerja melayani masyarakat yang beraneka ragam pendirian politiknya. Jadi kalau di sini sekali lagi tidak ada itu instruksi wajib ikut Nasdem," ujarnya yang juga menambahkan mungkin di desa lainnya bisa itu terjadi.
MALANGTIMES mencoba untuk meminta keterangan dari Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Pagelaran, Widodo Kades Pagelaran, sayangnya nomor hape yang dihubunginya tidak aktif.
