MALANGTIMES - Akibat kebakaran Pabrik Plastik Tri Surya Lawang, pemilik pabrik H.Sismanto mengaku mengalami kerugian materi kurang lebih Rp 10 milyar.
Saat ditemui MalangTIMES di lokasi kebakaran, H. Sismanto, Bos Pabrik Plastik dengan karyawan lebih dari 100 orang ini memgungkapkan,"Kerugian yang saya alami sekitar Rp 10 milyar. Karyawan kami liburkan, meskipun tetap kami hitung masuk kerja,"ungkap Sismanto.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
Ketika ditanya terkait penyebab kebakaran ini, ia mengatakan kemungkinan disebabkan oleh korsleting listrik yang merembet ke barang yang mudah terbakar seperti kardus atau lainnya.
Sementara itu, Kapolsek Lawang, Kompol Wachid Arifaini menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih jauh terkait penyebab kebakaran hebat ini.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait terbakarnya pabrik ini. Apakah sebelumnya ada pembakaran sampah atau benda lainnya atau memang karena arus pendek listrik. Kami butuh waktu karena luas pabrik ini mencapai satu hektar," jelas.
Sampai saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) mengantisipasi munculnya titik api di sejumlah titik.
Seperti diketahui, Pabrik Plastik Trisurya Lawang ludes dilalap si jago merah, Rabu (8/2/2017).
Karena api terus menjalar ke seluruh sudut pabrik, proses pemadaman berlangsung lama.
Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat
Para petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan sebanyak kurang lebih 48 orang baru bisa memadamkan api sekitar pukul 16.00 WIB.
Butuh kurang lebih delapan jam untuk bisa memadamkan kobaran api. Peristiwa yang membuat geger warga sekitar ini tidak hanya menyebabkan kerugian milyaran rupiah namun juga mengganggu warga sekitar.
Sebab, asap hitam pekat yang ditimbulkan mulai menganggu sistem pernafasan warga sehingga mereka memakai masker yang dibagikan secara gratis baik oleh PMK maupun warga sekitar.
