Tidak banyak komunitas dari alumnus sekolah menengah yang bisa bertahan, menjadi besar dan memberikan kontribusi nyata bagi anggota dan masyarakat umum. Kebanyakan komunitas-komunitas tersebut hanya memanfaatkan agenda reuni sebagai ajang eksistensi sebuah organisasi.
Di Malang ada komunitas yang jauh dari kalimat eksis secara individu. Keinginan eksis bersama begitu kuat ada di antara mereka. Mereka menamai dirinya dengan Peduli Alumni SMA Satu (PASS) 83 Malang.
Wadah alumnus SMAN 1 malang angkatan 1983 ini berdiri sejak 12 Desember 2012 dan diketuai oleh Budi Rahardjo. Tidak sekedar terbentuk, PASS 83 berdiri membawa misi sosial yabg begitu kental.
"Mulanya kami merasa prihatin banyak anggota kami yang masih prasejahtera. Dari situ kami merasa kurang lengkap jika alumni yang sejahtera hanya sebagian saja,"ungkap Wakil Ketua PASS 83 Ali Arifin.
Berbagai kegiatan sosial banyak dilakukan. Salah satunya adalah pemberdayaan alumni prasejahtera dengan mendirikan pabrik kerupuk rumahan, dan home industri lainnya. Yang terbaru, Ali Arifin membeli tiga buah oven untuk membuat kue alumnus yang hobi membuat kue. Tidak hanya itu, mesin untuk sari apel pun dibelinya untuk memenuhi permintaan pasar.
"Baru-baru ini juga kami diberi bantuan oleh rekan di Jakarta satu unit mobil untuk akomodasi. Kita juga sudah punya dua motor dan pick up untuk mendukung setiap aktivitas ekonomi," jelasnya.
Kegiatan sosial lain yang juga rutin dilakukan organisasi dengan 135 anggota ini di antaranya dengan memberikan modal kerja sebesar Rp 3 juta kepada mereka yang membutuhkan.
Menariknya setiap hari Jumat organisasi ini juga rutin memberikan sedekah berupa nasi bungkus yang dibagikan kepada para sopir-sopir angkutan, penarik becak, pedagang dan lainnya. Rata-rata setiap minggunya PASS 83 membagikan 200 bungkus nasi.
"Semoga apa yang kami lakukan dapat mengangkat perekonomian teman-teman angkatan kami,"pungkas pria yang juga teman akrab calon wali kota Malang H moch Anton ini.
