Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Blokosutho, Perlawanan Superioritas Rokok dari Tarekat Shiddiqiyyah

Penulis : Nana - Editor : Lazuardi Firdaus

05 - Feb - 2017, 18:02

Placeholder
Blokosutho, rokok obat karya KH Muhammad Muktar Mukti, mursyid tarekat Shidiqiyah Jombang, Minggu (05/02). (Nana MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Blokosutho. Begitulah rokok obat kretek tanpa cukai produksi Majmaal Bahroin Hubbul Wathon Minal Iman, salah satu Tarekat Shiddiqiyyah di Jombangi. 

Secara harafiah, Blokosutho yang berasal dari bahasa Jawa berarti keterbukaan atau apa adanya. 

Baca Juga : Kisah dr Tirta, Influencer dan Relawan Corona: Gue Nangis, Drop Prof Iwan Tewas dan Janji Teruskan Legacy-nya

Lantas, apa yang membuat rokok Blokosutho produk Tarekat Shiddiqiyyah ini menarik dan menjadi tren di masyarakat, khususnya di Kabupaten Malang?

Blokosutho, menurut para penikmatnya, bukan sekadar rokok, tetapi obat. Obat yang konon bisa menyembuhkan berbagai  penyakit dari yang ringan hingga berat. Dari sakit gigi, flu, asma, diabetes, TBC hingga sakit jantung. Abunya bahkan bisa jadi obat oles luka, lecet-lecet atau iritasi kulit, gatal-gatal, jerawat, dan penyakit kulit lainnya. 

“Mungkin Anda tidak percaya. Tetapi saya telah mencobanya berbulan-bulan. Khasiatnya memang nyata,”ujar Muklis (32) warga Soerudji Kepanjen, Minggu (05/02) yang rela merogoh koceknya lebih dalam untuk membeli Blokosutho yang dijual secara terbatas di berbagai warung kecil per bungkus Rp 25 ribu. 

Dia juga mengatakan, membeli rokok karya KH Muhammad Muktar Mukti, mursyid Tarekat Shidiqiyah, itu sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial-religinya. “Karena setahu saya hasil penjualan dari rokok maupun produk lain dari Sehat Tentram (ST) yang dikelola oleh Tarekat Shiddiqiyyah ini juga diperuntukkan untuk dana pembangunan rumah layak huni (RLH) masyarakat,”imbuhnya.

Sebagai informasi, Blokosutho adalah produk baru berbentuk rokok dari produk ST. Sebelumnya ada beberapa produksi ST, yaitu Rokok Raos Paling Eco (Rp 35 Ribu/bungkus), Rawon ( Raos Ngenten Mawon Rp 17 ribu/bungkus), Rokok Syifa (RS 350 ribu/bungkus). Selain berbentuk rokok, ST juga memprodusi kopi (Rp 70 ribu sampai Rp 200 Ribu), tongkat multifungsi (Rp 14 juta), dan kertas ST.

Mahalnya harga rokok Blokosutho menjadi hal kontroversi lainnya. Lazimnya rokok tanpa cukai, harganya tentu lebih murah. Tetapi Blokosutho di atas harga rokok-rokok bercukai di pasaran. Tetapi, hal ini ternyata tidak menyurutkan para penikmatnya untuk terus membelinya. Selain khasiat yang mereka yakini, rasa Blokosutho tidak apa adanya seperti tagline di bungkus rokoknya.

“Bahkan dari seorang anggota tarekat pernah mengatakan bahwa Blokosutho pernah ditester oleh ahli dari sebuah PR ternama di Indonesia. Hasilnya rasa Blokosutho sangat jauh lebih enak dari produk PR tersebut," ungkap Darmawan (29), warga Dilem Kepanjen, kepada MALANGTIMES.

Baca Juga : Petenteng Bawa Sabit di Jalan Borobudur, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Secara regulasi, Blokosutho maupun rokok produk lain Tarekat Shiddiqiyyah Jombang ini bisa disebut rokok ilegal, dijual tanpa cukai. Pun seandainya bermaksud melegalkan produknya, tentu akan terbentur regulasi tata kelola produk olahan tembakau. 

“Secara detail tentang itu saya tidak tahu, Mas. Tetapi kalaupun dilegalkan apakah Blokosutho dan produk lainnya bisa terus eksis,” tanya Munawir Sudjali, penikmat berbagai produk karya KH Muhammad Muktar Mukti, asal Gondanglegi ini.

Dia juga menyampaikan bukan permasalahan ada tidaknya cukai bagi Blokosutho yang menjadi menarik dan tren. Tetapi kehadirannya sebagai bentuk perlawanan terhadap wacana mainstream bahwa produk olahan tembakau berupa kretek adalah sumber dari segala sumber penyakit seperti didakwakan oleh konsep kesehatan modern ala Barat. 

“Keberadaannya serupa pembangkangan terhadap superioritas dan hegemoni wacana kesehatan satu dimensi. Ini yang menarik selain tentunya khasiat dan rasa rokok obat Blokosutho ini,” pungkas Munawir yang juga pencinta seni budaya ini. (*)


Topik

Peristiwa Blokosutho



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nana

Editor

Lazuardi Firdaus