Jami'yah Rugyah Aswaja Laskar Kuda Putih (JRA) Cabang Kabupaten Situbondo menggelar pelatihan praktisi ruqyah yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Minggu (25/2).
Pelatihan yang diikuti sedikitnya 150 orang peserta muslimin dan muslimat tersebut dilatih langsung oleh Gus 'Allama Alaudin Shidiqi MPdi, pendiri dan pembina JRA serta pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Ngadirejo Diwek, Kabupaten Jombang.
Keterangan yang disampaikan Gus 'Allama Alaudin Shidiqi MPdi di hadapan peserta rugyah menjelaskan bahwa Alqur'an adalah obat yang pertama dan utama serta mujarab bagi mahluk manusia yang sakit. "Tujuannya ruqyah adalah untuk berdakwah bahwa Alqur'an adalah obat yang pertama dan utama bagi mahluq manusia yang sakit, " ujarnya.
Dia juga menegas untuk menjadi praktisi ruqyah harus berani menghadapi resiko yang dihadapi saat melakukan ruqyah kepada orang-orang sakit dan tidak gampang panik dalam situasi apa pun. "Seorang peruqyah jika panik menghadapi risikonya, maka akan berdampak fatal terhadap dirinya sendiri," ucapnya.
Orang yang tidak mau berobat dengan membaca, mengamalkan dan menghapal Al Qur'an, maka orang tersebut orang yang sombong. "Maka itu, mulai saat ini mari kita bersama-sama membaca, menghapal dan mengamalkannya Alqur'an sebagai obat yang pertama dan utama bagi mahkluk manusia yang sakit," ajaknya.
Sementara itu, penasihat JRA Laskar Kuda Putih Dra. Hj Hasanah Thahir mengatakan, pelatihan ruqyah ini diikuti peserta dari Bali, Madura, Banyuwang, Jember, Bondowoso dan Situbondo. "Nama Jami'iyah Ruqyah Aswaja Laskar Kuda Putih Kabupaten Situbondo ini diberikan oleh pembinana JRA LKP sekaligus pengasuh Ponpes Salafiya Safi'yah Sukorejo Banyuputih, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy," jelas Hasanah.
Lebih lanjut, Hj Hasanah menjelaskan, JRA LKP Situbondo berdiri pada tanggal 20 Agustus 2017. "Pelatihan Ruqyah ini merupakan tahun kedua dan alhamdulillah, animo masyarakat untuk tahun ini untuk mengikuti pelatihan ruqyah meningkat ketimbang tahun lalu," ungkapnya..
Hasanah juga menjelaskan bahwa motto dari pelatihan ruqyah ini menjadikan Alqur'an menjadi obat pertama dan utama bagi mahkluk manusia yang sakit. "Kegiatan ini juga akan kita laksanakan sebagai dakwah Alqur'an," pungkasnya. (*)
