Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kembangkan Wisata Seni, Trenggalek Rutin Pentaskan Jaranan Turangga Yakso

Penulis : Vaisal Ardinata - Editor : Yunan Helmy

24 - Dec - 2017, 22:55

Placeholder
Kesenian turangga yakso saat ditampilkan di Alun-Alun Trenggalek dalam rangka penggalangan donasi untuk korban banjir Pacitan.

Selain terkenal akan wisata alamnya yang indah, Kabupaten Trenggalek juga memiliki kesenian budaya yang sangat menarik, yakni jaranan turangga yakso. 

Demi melestarikan turangga yakso, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memiliki kegiatan rutin. Yakni festival jaranan. Festival jaranan biasanya digelar untuk memperingati hari jadi Kabupaten Trenggalek yang jatuh pada akhir Agustus. 

Mulai pertengahan Agustus, biasanya berbagai persiapan festival jaranan sudah dilakukan. Berbagai jenis tari jaranan dilombakan dalam festival tersebut. Sedangkan peserta berasal dari berbagai daerah atau kabupaten lain yang mempunyai kelompok seni jaranan. Misalnya, jaranan senterewe dan jaranan pegon. Dengan digelarnya festival jaranan, harapannya seni tradisional jaranan turangga yakso bisa lebih dikenal masyarakat.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak pernah membawa jaranan turangga yakso ke Jepang pada 2016 lalu. Kelompok seni jaranan khas Trenggalek tersebut mengadakan pentas di Beppu City, Oita, Jepang, dalam Grand Show Indonesia Week.

Selain penari dari Trenggalek, sejumlah mahasiswa dari berbagai negara turut membawakan tari jaranan turangga yakso. “Suatu kehormatan bagi Trenggalek bisa mementaskan tari jaranan turangga yakso oleh sejumlah mahasiswa asing, termasuk dari Afrika, Samoa Pacific Island dan Vietnam. Semoga dapat mendorong potensi pariwisata dan citra Trenggalek di kancah internasional,” kata Emil Dardak.

Jaranan  turangga yakso diciptakan oleh Pamrihanto, seorang seniman dari Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Perbedaan utama jaranan khas Trenggalek terletak pada bentuk kuda yang merupakan perangkat utama tarian ini.

Pada bagian kepala kuda, yang digunakan berbentuk raksasa. Seperti makna namanya, turangga berarti kuda. Sedangkan yakso berarti raksasa.

Sejak menjadi ikon kesenian Trenggalek, jaranan turangga yakso dikembangkan di setiap lingkungan pendidikan, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah kecamatan yang ada di Trenggalek menggelar kegiatan lomba jaranan turangga yakso pada hari atau bulan tertentu. (*)


Topik

Peristiwa Trenggalek berita-Trenggalek



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Vaisal Ardinata

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa