Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Balai Desa Genengan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, mungkin berbeda dengan desa lainnya.

Penulis : Nana - Editor : Redaksi

28 - Dec - 2016, 18:00

Placeholder
Arca wanita yang ada di areal dalam Balai Desa Genengan Pakisaji Kab. Malang, Rabu (28/12/2016) (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Balai Desa Genengan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, mungkin berbeda dengan desa lainnya.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Hal ini dikarenakan adanya arca batu bersosok wanita dengan posisi jongkok dengan kepala yang dibenamkan dikedua lututnya.  

"Serupa orang yang sedang bersedih atau merasa berdosa, sehingga begitu malunya,"kata Muklis warga Donomulyo yang berkunjung ke situs arca tanpa nama ini.

Keunikan tersebut juga dilengkapi dengan adanya  dua batu tepat di depan arca. Satu berbentuk oval dengan ceruk di tengahnya, serupa lesung dan satunya lagi berbentuk segi empat serupa tungku.

Menurut cerita warga setempat, Karim (75) dulunya arca tersebut lokasinya di areal persawahan.

"Tepat di belakang kantor desa sekarang. Karena berbagai hal maka arca dan dua batu itu kita pindah ke tempat lain, ternyata sehari pindah lagi ke sawah,"tuturnya kepada MALANGTIMES, Rabu (28/12/2016).

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

Setelah melakukan rembuk para sesepuh, akhirnya arca dan dua batu tersebut dipindah dan dibuatkan cungkup di areal dalam balai Desa Genengan.

"Setelah dipindah ke sini, sudah tidak pindah-pindah sendiri, mas," kata Karim yang juga mengatakan dihari-hari tertentu banyak orang yang "nyekar" ke sana.

Konon, menurut cerita di masyarakat setempat, sejarah keberadaan arca tersebut berawal dari kutuk dari Mbh Mangkuleksono, pendiri  dan leluhur desa kepada seorang warga.

"Cerita turun menurunnya begitu, Mbah Mangkuleksono mengutuknya menjadi batu seperti sekarang ini," kata Karim yang juga mengatakan tidak mengetahui detail sejarah arca sebenarnya, baik tahun, nama, atau asal usul keberadaannya.


Topik

Peristiwa Balai-Desa-Genengan Arca-Purba



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nana

Editor

Redaksi