Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Unik, Panitia Suguhkan Permainan Bambu Gila di Festival Kampung Loempang

Penulis : Nana - Editor : Redaksi

26 - Dec - 2016, 23:47

Placeholder
Para peserta bambu gila mencoba untuk bertahan dan tidak jatuh karena berat dan gerak bambu yang semakin tidak terkontrol, Senin (26/12/2016) (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selain menyuguhkan berbagai bentuk kesenian, Festival Kampung Loempang Karangkates juga menggelar permainan tradisional Bambu Gila yang cukup menyedot antusias penonton, Minggu (25/12/2016).

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Bambu gila yang lebih dikenal sebagai permainan milik masyarakat Maluku, ternyata juga dimiliki oleh warga Karangkates secara turun temurun.

"Walau jarang dimainkan, permainan bambu gila dan Nyi Putut sudah lama ada dan jadi bagian tradisi kami," kata H. Triwahyudi, Kepala Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung kepada MalangTIMES setelah acara selesai, Senin (26/12/2016) dini hari.

Sebagai informasi, permainan bambu gila dianggap permainan mistis. Ada makhluk-makhluk lain yang ikut serta dalam permainan yang dimainkan oleh 5 orang dewasa,  boleh kurang ataupun lebih namun jumlahnya harus ganjil.

Cara permainannya sederhana, kelima orang diwajibkan memeluk atau memegang bambu jangan sampai terlepas. 

Apa yang terjadi setelah itu, maka percaya atau tidak bambu tersebut dapat bergerak dengan sendirinya seolah-olah bambu tersebut dimasuki oleh roh gaib yang menyebabkan bambu menjadi berat dan dapat bergerak dengan sendirinya. Oleh karena itu permainan ini di sebut sebagai bambu gila.

Para peserta yang memeluk bambu tidak sampai lima menit akan berjatuhan karena beratnya bambu dan geraknya yang tidak beraturan.

Tentunya sebelum permainan dilaksanakan, ada semacam lelaku ritual dari pawang permainan bambu gila. Membakar kemenyan maupun membaca mantera-mantera khusus.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Menurut Puji Hartono, Ketua Panitia permainan bambu gila sebagai alat edukasi bagi masyarakat.

"Selama ini anggapan masyarakat permainan ini dikaitkan dengan  unsur mistis itu salah, "katanya. Dia juga menjelaskan  permainan ini sebenarnya adalah bentuk laku kerja leluhur kita untuk mengasah insting dan kepekaan terhadap alam semesta.

"Kearifan leluhur kita segala petuah dikemas dalam bentuk permainan agar bisa diserap dengan mudah,"lanjut Puji. 

Permainan bambu gila, masih menurut Puji, dulu biasanya dimainkan ketika malam hari dibulan purnama saat habis panen raya. "Ini sebagai  wujud rasa syukur dan pesta masyarakat saat itu,"imbuhnya.

Terlepas dari pro dan kontra dalam memposisikan permainan bambu gila tersebut, permainan ini memang menjadi salah satu daya tarik bagi penonton festival.


Topik

Wisata



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nana

Editor

Redaksi