Mengobati Rindu pada Festival Malang Tempo Doeloe (2)
Merindukan wajah Malang di masa lampau? Lima tahun sudah potret lawas Malang dalam Festival Malang Tempo Doeloe (MTD) menghilang. Rasa rindu kepada MTD akhirnya terobati. Minggu, 12 November 2017 segala pernak-pernik dan potret Malang tempo dulu akan kembali dihadirkan di kawasan Simpang Balapan, Kota Malang.
Dwi Cahyono, sang pengagas MTD, menjelaskan bahwa tahun ini bukan hanya menyuguhkan festival budaya Malang di masa lampau, tetapi ada misi konservasi. Menurut pemilik Yayasan Inggil ini, misi penyelamatan pohon kelapa dilakukan dengan melakukan aksi memarut kelapa sebagai bahan dasar kuliner. Rencananya aksi akan diikuti oleh sekitar 3.000 orang dari berbagai lapisan masyarakat.
"Malang Tempo Doeloe tahun ini memang mengembalikan ruhnya MTD tahun-tahun awal penyelenggaraan. Jadi, kita ada tema 'Klapa Jadi Apa' ini merupakan misi konservasi menyelamatkan pohon kelapa," ujarnya saat ditemui oleh media online MalangTIMES, Jumat (12/11/2017).
Dwi siang tadi berada di lokasi MTD. Pria yang punya perhatian besar di bidang sejarah ini cukup sibuk. Diakui Dwi, antusiasme warga berpartisipasi di MTD tahun ini begitu besar. Target peserta sebenarnya ia batasi sampai 150 peserta saja.
"Tapi nggak tahu kayaknya ini lebih dari 150 dan untuk konservasi kelapa juga sudah capai angka 3.000 orang yang diprediksi ikut berpartisipasi pada konservasi kelapa Minggu besok," ungkap dia. "Untuk aturannya, peserta minimal lima orang dalam satu stan. Mulai jam tujuh pagi sampai sepuluh siang nanti mereka akan melakukan marut dan meras kelapa," ungkap Dwi yang saat ditemui didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Kota Malang Achmad Supriadi.
Alat untuk memarut dan memeras kelapa adalah alat tradisional. Antara lain parutan kayu, alas parut atau tampah, dan daun pisang sebagai pembungkus.
Sementara itu, bukan hanya misi konservasi kuliner yang membuat penyelenggaraan MTD tahun ini serasa spesial dan berbeda. Ada pertaturan yang harus ditaati oleh peserta dan pengunjung MTD tahun ini.
Simak ulasan menarik seputar Festival Malang Tempo Doeloe (MTD) hanya di media partner festival akbar MTD, yaitu media online berjejaring terbesar di Indonesia, MalangTIMES. (*)
