MALANGTIMES - Dari desa kearifan leluhur dalam mengolah rasa syukur terhadap Sang Pencipta, terjaga dengan sederhana.
Baca Juga : Selamat !! Satu Pasien Positif Corona di Lumajang Dinyatakan Sembuh
Kesederhanaan yang menjadi barang mahal bagi kota dalam mensyukuri kehidupan, terwujud di Dusun Bandung Desa Karangkates Kabupaten Malang dalam acara Barikan Waringin Putih, Jum'at (23/12) di tengah-tengah areal persawahan.
"Tradisi Barikan sudah ada sejak saya belum lahir," kata H. Triwahyudi (63), Kepala Desa Karangkates yang juga mengatakan sejak desa ada, tradisi ini sudah dijalankan warga.
Tradisi Barikan Waringin Putih yang diselenggarakan setiap tahun oleh seluruh warga Karangkates dengan cara bergotong royong secara pendanaan, berjalan begitu khidmat dan mistis.

"Ritual yang kita lestarikan ini sebagai simbolisasi rasa syukur kami kepada Tuhan karena selama setahun sudah diberi kenikmatan hidup," ujar Puji Hartono, Ketua Panitia acara kepada MALANGTIMES.
Puji juga mengatakan rasa syukur ini sebagai medium agar hati tidak menjadi hampa seperti yang kini menggeliat dan dialami manusia saat ini.
Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB
Tradisi Barikan yang merupakan tradisi warga Karangkates sebelum menanam padi dimulai dengan kirab budaya warga dengan kostum adat Jawa, baik laki-laki dan perempuan dengan membawa sesajen.
Sampai di lokasi acara, sesepuh desa menanam sesajen yang dibawa di dua lokasi. "Ini simbol kulonuwun pada leluhur bahwa masa tanam pertama padi akan dimulai, mas," ujar Puji.
Sebelum prosesi dimulai, warga Dusun Bandung dan Karangkates sudah berbondong-bondong sejak pagi berjalan kaki sambil membawa ingkung (makanan dengan wadah dari pelepah pisang) ke tempat acara.
"Ini juga bentuk syukur dan berbagi rizki kepada sesama, mas. Sederhana serupa desa tetapi kita landasi dengan keikhlasan dan syukur," kata Marsinah, warga Bandung.
