Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Modal Nekat, Pasutri Ini Sukses Berbisnis Yogurt dan Kerupuk Susu

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Heryanto

03 - Sep - 2017, 23:54

Placeholder
Ari Catur dan Farida, menunjukkan aneka produk olahan susu produksi mereka.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Semakin banyak anak muda yang menggeluti dunia wirasusaha. Salah satunya  Ari Catur dan Farida. Pasangan suami-istri ini sukses merintis bisnis makanan dan minuman olahan serba susu berlabel Alfamilk.

Farida bercerita, ide membuat olahan serba susu ini bermula saat ia mengikuti pelatihan yang digelar oleh Kampung Wisata Ekologis (KWE) Puspa Jagad di Desa Gandusari, Kabupaten Blita, pada tahun 2012.

“Dari pelatihan itu muncullah ide, membuat olahan susu yang disukai masyarakat. Sebab saya prihatin, Desa Semen ini punya susu yang mellimpah, banyak peternak susu disini, tapi warga nya malas minum susu. Padahal susu ini kandungan gizinya tinggi,” kata Farida kepada BLITARTIMES, Minggu (3/9/2017).

Jeli melihat peluang, Farida dan suaminya mulai merintis bisnis dari sebuah kenekatan. Dengan modal Rp 5 juta, mereka mencoba membeli 2 freezer, 1 kulkas dan peralatan masak. Produk pertama yang diproduksi adalah yogurt, susu dan permen. Yang terbaru ia juga mengembangkan produk baru, yakni kerupuk susu.

“Intinya kami ingin mengajak orang untuk menyukai susu dengan sajian yang berbeda. Contohnya untuk yogurt atau susu kemasan kami yang tidak berbau amis, kadang orang itu suka eneg karena susu yang diminum itu bau amis,” ujar Farida.

“Lain lagi dengan kerupuk susu, bahan dasarnya sama saja dengan kerupuk biasa. Cuma airnya kita ganti dengan susu. Rasanya juga gurih dan ada rasa susunya,” tambahnya.

Sesuai pangsa pasarnya dengan sasaran masyarakat umum,  olahan susunya dibanderol dengan harga yang relative terjangkau. Kerupuk susu ukuran 250 gram dijual dengan harga Rp 15 ribu. sementara untuk yogurt satu pack isi 11 dibanderol dengan harga Rp 9000. Sementara untuk susu Alfamilk isi seperempat liter dijual Rp  6000.

“Yang paling laris adalah yogurt stick, perhari kita bisa habis 100 pack dengan sasaran pemasaran di sekolah-sekolah. saat ini kita sudah kerjasama dengan 10 sekolah. Keuntungan per hari kita sekitar Rp 300 ribu,” terang Ari Catur.

Untuk pemasaran, Ari Catur dan Farida juga memasatkan produknya melalui komunitas diantaranya Fatayat NU, komunitas senam dan arisan. Pihaknya juga bekerjasama dengan beberapa agen. Sementara untuk produksi, kini mereka  juga mempekerjakan pemasaran.

“Untuk bahan baku kita ambil dari susu milik orang tua, kebetulan bapak saya juga peternak susu. Untuk pengembangan produk dan teknis proses produksi, kami kerjasamakan dengan Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang,” paparnya.

Sementara Ketua Pokdarwis KWE Puspa Jagad, Eko Darmawan mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dengan adanya usaha kreatif seperti yang digeluti Ari Catur dan Farida. Karena salah satu harapan dari adanya desa wisata adalah tumbuhnya industry kecil kreatif yang mengangkat ekonomi masyarakat setempat.

“Nanti akan kita tindklanjuti, dan akan kita masukkan dalam paket wisata atau nanti kita buatkan rumah susu, karena disini (Desa Semen) kan banyak pengusaha susu.  asyik jika ada bule datang kesini, nginap di homestay dan minum susu asli dari Gandusari,” pungkasnya.

Anda berminat aneka produk susu dari Alfamilk?, langsung saja datang ke Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Atau untuk pemesanan bisa menghubungi nomor HP 087859205408.(*)


Topik

Peristiwa blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Heryanto