Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Komunitas

Yuhuu .. Asyiknya Menikmati Kokok Ayam Pelung

Penulis : Muhammad Sholeh - Editor : Heryanto

09 - Oct - 2016, 22:22

Placeholder
Faishol sedang menyuapkan pisang kepada ayam pelung kesayangannya. (Foto: Muhammad Sholeh/JombangTIMES).

Sepintas penampilannya tidak jauh berbeda dengan ayam jantan pada umumnya. Tapi saat berkokok ‘kukuruyuuuuk’ dengan toned yang khas dan dibumbui irama cantik yang panjang, baru kita nyadar, ini jenis ayam yang berbeda.

Yup. Itu adalah ayam pelung. Ayam cantik dari Jawa Barat yang mulai memikat sejumlah penggemar ayam di Jombang. Suara berkokoknya lebih mirip ayam ketawa ketimbang dengan ayam kampung biasa. Istimewanya, kokok ayam pelung tidak terputus dan berkelok seperti orang tertawa, tapi langsam. Ia memiliki akhiran yangsmooth atau halus seperti lolongan serigala.

“Yah mirip dengan landingnya pesawat terbang. Setelah panjang dengan irama yang khas, turunnya halus seperti pesawat terbang,” kata Saiful Alam, warga Tampingmojo Kecamatan Tembelang di sela-sela Jembar (jemur bersama) komunitas Kandang Pelung Jombang (KPJ) di Desa Watugaluh Kecamatan Diwek, Ahad siang (9/10/2016).

Kongkow bersama para anggota KPJ, mengobrolkan perihal ayam pelung dan seluk-beluknya terasa sangat seru. Beragam hal bisa begitu saja silih berganti menjadi tema perbincangan. Mulai dari cerita perawatan harian, berbagi informasi setting pakan, obat-obatan hingga persiapan kontes.

Iya, kontes. Tentu saja seperti komunitas pecinta binatang piaraan lainnya, penggemar ayam pelung juga memiliki even bergengsi di kalangannya. Kontes pelung. Even ini digelar sebagai ajang unjuk kebolehan ayam pelung milik para anggota Himpunan Pecinta dan Peternak Ayam Pelung Indonesia (Hippapi).

“Kalau perawatan dan pakan harian sih biasa seperti ayam kampung pada umumnya, pakai Desi (Dedek dan nasi). Tapi kalau sudah mau diikutkan kontes, beda lagi. Harus disetting.  Ada tambahan nutrisi dan asupan lain untuk meningkatkan kualitas suara, bobot dan tampilan,” terang Syaifudin, penggemar ayam pelung asal Desa Dempok Kecamatan Diwek.

Anggota komunitas Kandang Pelung Jombang (KPJ) foto bersama di sela-sela Jembar (jemur bersama). (Foto: Muhammad Sholeh/JombangTIMES).

Menurut Udin, sapaan akrabnya, setting pakan sangat berpengaruh pada kualitas ayam. Untuk mempercantik suara misalnya, asupan beras merah, pisang, dan tomat menjadi pilihan umum para penggemar ayam pelung. “Seringnya kita terus uji coba. Bereksperimen terus. Pakan ini suaranya jadi seperti ini, pakan yang lain jadi seperti itu, dan seterusnya,” ujar Udin.

Suara ayam pelung dinilai bagus bila terdengar besar, berat, dan dalam. Memiliki awalan yang cantik, irama di tengah yang indah dan akhiran yang bagus. “Untuk orang yang belum akrab dengan ayam pelung, suara pelung yang baik itu gampangnya disamakan dengan suara dari dalam sumur,” kata Alam menimpali perbincangan.

Selain suara, lanjut Udin, dalam kontes ayam pelung ada dua kategori lain yang masuk dalam penilaian. Yaitu bobot dan penampilan ayam. “Semakin berat bobot ayam semakin baik. Kalau soal penampilan, pelung dianggap baik bila memiliki jengger besar yang tegak berdiri serta pial panjang yang sehat,” terang Faishol, warga Desa Watugaluh Kecamatan Diwek yang saat ini sedang menekuni peternakan ayam pelung.

Soal harga? Tentu berbeda dengan ayam kampung biasa. Menurut Faishol yang baru 2 tahun kepincut dengan ayam pelung ini, anakan berumur sebulan dari trah pelung yang tidak populer saja bisa dihargai sebesar Rp. 50 ribu sampai Rp. 75 ribu. “Kalau dari trah yang populer, baru netas saja sudah dihargai Rp. 200 ribu,” tegas Faishol yang sedang merawat 21 anakan ayam pelung ini.

Menurut Faishol, trah atau garis keturunan sangat mempengaruhi harga ayam pelung. Trah yang populer itu biasa disematkan kepada ayam-ayam pelung yang pernah menjuarai sebuah kontes.

“Ayam pejantan dewasa yang berasal dari trah yang bagus, atau ayam yang pernah menjuarai suatu kontes harganya jadi melambung. Dari yang asalnya hanya Rp. 800 ribu, setelah menang bisa melonjak menjadi Rp. 2,5 juta sampai Rp. 3 juta,” lanjut Faishol.

Banyak trah populer di kalangan para pecinta ayam pelung. Misalnya, ada trah Jayong, Muara, Larasati, Kalung Sariwangi, Laguna, dan Sri Rama. Berminat ? (*)


Topik

Komunitas Ayam-Pelung Penggemar-Ayam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Sholeh

Editor

Heryanto