MALANGTIMES - Kemeriahan Festival Kampung Cempluk kini gaungnya sudah terdengar hingga ke luar pulau, bahkan ke luar negeri. Bahkan, Wakil Bupati Penajam Paser Utara Kalimantan Timur Mustaqim MZ jauh-jauh datang ke Kabupaten Malang untuk menikmati suasana malam Kampung Cempluk.
Kedatangan Mustaqim ini tentu membawa kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Malang. Karenanya, untuk mengantar Mustaqim di Kampung Cempluk, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara turut menemaninya.
Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?
Bersama dengan rombongannya, Mustaqim terlihat enjoy di festival yang digelar di Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau tersebut. Dimulai dari melihat pertunjukkan seni musik khas Kabupaten Malang patrol, menyaksikan tarian kuda lumping, hingga makan ronde bersama warga sekitar.
Saat menikmati ronde, Mustaqim mempersilakan semua warga yang lewat untuk turut makan. "Ayo, siapa yang mau makan ronde, ayo silakan ambil," kata Mustaqim.

Dia sangat kagum melihat suasana festival kampung yang sudah digelar ketujuh kalinya ini. Untuk pagelaran 2016, festival dimulai 20 September dan berakhir 24 September mendatang. Di jalanan kampung yang sempit, rumah yang berhimpit, bisa didirikan banyak panggung. Di tiap panggung inilah tersaji beberapa sajian kesenian yang digelar dari siang hingga malam hari.
Tak hanya tampilan kesenian, Festival Kampung Cempluk, terang Mustaqim, juga bisa menjadi penambah pendapatan masyatakat. Ini bisa dilihat dari banyaknya pedagang yang berderet di setiap jalan dan gang kampung. Dan hampir semua pedagang, dipenuhi oleh para pembeli.
Yang dia lebih kagum adalah kerukunan, keguyuban, dan kegotongroyongan warga dalam menciptakan festival kampung. "Festival ini tak mungkin tergelar jika warganya tak rukun dan tak ada goyong royong. Ini hal yang luar biasa," ucap Mustaqim.
Bapak beranak empat tersebut yakin, Festival Kampung Cempluk dari tahun ke tahun akan mengalami perbaikan. "Festival ini akan menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik. Orang asing sangat senang dengan suasana yang alami dan berbau cultur seperti festival ini," yakinnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menjelaskan, dia melihat bahwa warganya sudah mempunyai kesadaran wisata yang cukup tinggi. Sama halnya dengan Mustaqim, Made juga mempunyai keoptimisan bahwa Festival Kampung Cempluk akan menjadi salah satu ikon Kabupaten Malang.
Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April
Kabupaten Malang sendiri, jelas Made, saat ini emang fokus untuk menjadikan desa sebagai destinasi wisata. Karenanya, kini dinasnya getol menyosialisasikan sapta pesona dan sadar wisata kepada masyarakat pedesaan. Sedangkan penggagas Festival Kampung Cempluk Redy Eko Prasetyo menjelaskan, pada setiap harinya akan ada tampilan seni dan budaya yang berbeda. Pada Jumat 23 September 2016 nanti misalnya, akan ada tampilan menawan dari seniman Spanyol.
Jadi, pada intinya, Festival Kampung Cempluk yang menjadi bagian Jaringan Kampung Nusantara ini sudah terdengar hingga ke mancanegara.
