MALANGTIMES - Dari Bululawang Kabu Malang, kain perca yang di sulam oleh tangan terampil Yuli Masruroh (57), pemilik Loys Collection, bersama-sama warga, kini telah melanglang dunia. Malaysia, Vietnam, Kanada, India sampai Romania.
Di dalam negeri, kerajiinan sulam perca berbentuk baju dan jilbab sulam-rajut pernah dikenakan istri Wali Kota,Bupati dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Perjalanan panjang kain perca ini sama panjangnya dengan kisah Yuli Masruroh dalam menggapai harapan dalam kesempitan hidup yang pernah karib dengannya.
"Dari himpitan hidup saya bertahun-tahun dan kebaikan orang-orang yang memberikan kain perca kepada saya, hingga bisa seperti ini mengingatkan saya bahwa hidup itu intinya untuk berbagi,"kenang nenek lima cucu ini.
Dengan kesadaran itulah, Loys Collection Yuli, baik berupa boneka, dompet, jilbab, baju, korsase, tas, sepatu dan lainnya, dalam proses produksinya dikerjakan oleh sekitar 28 perajin yang berasal dari tetangganya sendiri.
"Mereka warga sini juga yang dulu belajar sulam, rajut setiap harinya ke rumah. Setelah mahir mereka saya tawari untuk ikut mengerjakan pesanan ini,"kata ibu tiga anak ini yang juga mengatakan inilah bentuk berbagi yang bisa ia lakukan kepada tetangga dan warga sekitarnya.
Lanjutnya, tidak ada yang akan berkurang dengan berbagi, baik ilmu dan pekerjaan. "Saya yakin dengan berbagi, rizki yang didapat akan terus mengalir. Seperti kisah hidup saya juga,"katanya.
Setiap bulan, Yuli dengan Loys Collection nya bisa menghasilkan omzet Rp. 13 juta -Rp. 50 juta dengan produksi 90-200 pasang sepatu sulam tiap bulannya.
"Itu satu item produk, terkadang ada penghasilan tambahan kalau mengikuti pameran, kira-kira Rp. 40 juta dalam lima hari dari penjualan bros saja,"terangnya.
Produk kerajinan sulam rajut kain perca ini di jual dengan harga dari Rp. 4000 perbuah untuk bros dan lainnya yang berbentuk kecil, sampai Rp. 1 juta untuk yang berukuran besar.
Konsep berbagi Yuli Masruroh sampai kini intensitasnya semakin tinggi dengan didapuknya ia sebagai Ketua Organisasi Sulam dan Bordir di Kabupaten Malang oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
"Alhamdulillah semakin padat dan Insyaallah semakin barakah ilmu saya, saat saya bagikan ilmu sulam dan rajut ini kepada masyarakat banyak,"kata Yuli yang kini semakin sering masuk ke pelosok kampung se-Kabupaten Malang.
Bahkan, kini di rumahnya setiap pagi menjadi semakin ramai oleh warga yang terus bertambah untuk belajar rajut dan sulam kain perca.
"Mereka bilang rumah saya kini jadi pusat belajar. Saya iya kan saja yang penting warga kini mampu menambah pendapatannya sehari-hari dari Loys Collectionini,"pungkasnya.
