Suasana sahur pertama warga Dusun Pengalangan, Desa Alang-Alang Caruban, dan warga Dusun Branjang, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, jauh dari suasana tenang menyusul aksi tawuran antar pemuda desa.
Senin (6/6/2016) dini hari, warga yang bersiap untuk makan sahur terpaksa harus mencari tempat berlindung agar terhindar dari lemparan batu.
Aksi tawuran antara dua kelompok massa terjadi di sebuah gang, yang jadi titik perbatasan dua dusun berbeda kecamatan tersebut.
Sejumlah rumah milik warga Dusun Branjang mengalami pun kerusakan akibat tawuran itu.
Susmiati (45), salah satu warga menceritakan peristiwa tawuran terjadi sekira pukul 01.30 WIB dan berlangsung lebih dari tiga jam.
“Saya tidak tahu apa sebab terjadinya tawuran, tapi (tawuran) ini sudah sering terjadi. Sampai mau imsak tawurannya,” kata Susmiati.
Dirinya mengaku kondisi atap bagian belakang rumah yang baru saja dibangun rusak akibat dilempat batu.
“Kalau dihitung, lebih dari 15 genting saya pecah. Padahal baru saja dibangun,” lanjutnya.
Susmiati menyatakan dirinya akan melaporkan kasus pengrusakan rumah yang dialaminya ke kepolisian.
Pantauan JombangTIMES, sedikitnya 12 unit rumah warga Dusun Branjang mengalami kerusakan. Paling banyak berupa pecahnya atap yang diakibatkan lemparan batu.
Hingga berita ini ditulis sejumlah petugas dari Koramil dan Polsek wilayah hukum Jogoroto dan Mojowarno masih berjaga di lokasi tawuran. (*)
