Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Empat Siswa SMAN 2 Lamongan Mewakili Indonesia Lomba Penelitian Internasional

Penulis : Ardiyanto - Editor : Redaksi

27 - Apr - 2016, 23:20

Placeholder
Bupati Lamongan Fadeli saat beraudiensi dengan para siswa berprestasi. (Foto : Ardiyanto/lamonganTIMES)

Sebanyak empat orang siswa SMAN 2 Kabupaten Lamongan mencatat prestasi gemilang, mereka secara beruntun mewakili Indonesia di ajang penelitian internasional.

Bahkan dua orang diantaranya sukses mendapatkan medali emas di ajang IYIPO 2016, International Young Inventors Project Olympiad yang berlangsung di Georgia pada 21 hingga 23 April lalu.

Dua pelajar SMAN 2 Lamongan sukses meraih medali emas di ajang IYIPO 2016 yang berlangsung di Georgia adalah Alfian Nurfaizi dan Arum Ayu Ratna Wilis.

Mereka meraih medali emas untuk Indonesia melalui penelitian yang berjudul Analisis Pengaruh Pemberian Antibiotik dari Tubuh Lalat Rumah terhadap Bakteri E - coli dengan Metode Total Plate Count dalam Upaya Pengobatan Penyakit Diare pada Manusia.

Sementara dua pelajar SMAN 2 lainnya yang akan mengikuti ajang sains internasional di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat pada 8 hingga 13 Mei nanti adalah Chabib Fachry Albab dan Millah Khoirul Mu’azzah.

Keduanya berhasil mewakili Indonesia melalui penelitian yang berjudul 'Mengungkap Keberadaan Trulek Jawa di Provinsi Jawa Timur, Indonesia'.

"Trulek Jawa yang dia teliti merupakan burung endemic Pula Jawa yang sudah langka dan terancam punah," kata Millah Khoirul katanya usai beraudiensi dengan Bupati Lamongan Fadeli, Ketua TPPKK Makhdumah Fadeli itu, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Bambang Kustiono dan Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenumjur) Kandam.

Menurut Millah Khoirul, burung ini bahkan sudah pernah dinyatakan punah pada tahun 1994 oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), yang kemudian statusnya direvisi menjadi kritis pada tahun 2000.

"Ini karena ketidaktahuan masyarakat akan keberadaan Trulek Jawa yang memiliki nama latin Vanellus macropterus ini menjadi salah satu penyebab kelangkaan burung ini," akunya. 

Padahal, burung ini memiliki peranan penting indikator alami kualitas lingkungan. Namun, saat ini keberadaan lahan basah semakin menyusut.

"Karena di alih fungsikan menjadi lahan pertanian, permukiman dan tambak yang berdampak terhadap keberadaan burung air," sahut Chabib Fachry.

Selain mereka, ada tiga siswa yang akan mengikuti OSN di Pallembang. Mereka adalah Chaq Chaq Zamzam M, M Fauzan Rizky AE dari SMAN 2 Lamongan dan Farizatin Fathimatus Zahro M dari SMAN 3 Lamongan. (*) 


Topik

Pendidikan Lomba-Penelitian-Internasional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ardiyanto

Editor

Redaksi

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan