Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Bunga Pikok, Bunga Mungil Pengisi Dekorasi

Penulis : Nurliana Ulfa - Editor : Redaksi

19 - Apr - 2016, 16:01

Placeholder
PIKOK UNGU: Seorang petani bunga pikok di Dusun Jantur Desa Gunungsari sedang memanen bunga pikok. (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)

Kota Batu yang memiliki udara dingin membuat beberapa jenis tanaman hias tumbuh subur. Salah satunya bunga pikok. Bunga berukuran mungil dengan mahkota berwarna ungu, putih, dan merah muda ini, digunakan sebagai bunga pengisi dalam dekorasi.

Dengan adanya bunga pengisi, maka sebuah dekorasi atau rangkaian bunga terlihat penuh. Kesan penuh dalam dekorasi sangat penting agar terlihat indah.

Joko Utomo, salah seorang petani bunga pikok di Dusun Jantur Desa Gunungsari mengatakan, bunga pikok merupakan jenis tanaman pengisi yang paling digemari dalam dekorasi. Baik dekorasi ruangan maupun rangkaian buket bunga.

”Kalau dalam rangkaian buket hanya ada tanaman utama seperti mawar, anggrek, lili, kesannya biasa saja. Tetapi kalau ada bunga pengisi seperti pikok ini, maka bunga utama bisa terlihat mencolok dan menjadi fokus,” jelas Joko.

Rangkaian buket yang biasanya memakai bunga pikok adalah rangkaian bunga yang menjadi hadiah pada momen-momen tertentu. Seperti wisuda, kenaikan pangkat, hingga pernikahan. Ukurannya kecil, namun indah jika ditata mengelilingi bunga utama.

Bunga pikok dari Dusun Jantur ini dijual ke pusat pejualan bunga di Kota Batu. Yaitu Jalan Bukit Berbunga Desa Sidomulyo. Beberapa lainnya diambil oleh pedagang untuk dijual ke luar kota, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, dan Bali.

Di kebun seluas 3.000 meter persegi ini, Joko bisa memanen bunga pikok setelah berusia empat bulan. Tidak seperti bunga mawar yang bisa panen berkali-kali pada satu tanaman, bunga pikok hanya bisa dipanen sekali.

Jika ingin memanen bunga pikok lagi, harus kembali menanam bibit bunga ini dan menunggu selama empat bulan. Satu ikat (30 tangkai) bunga pikok dibanderol dengan harga Rp 20 ribu. (*)


Topik

Wisata Kota-Wisata-Batu Bunga-Pikok



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurliana Ulfa

Editor

Redaksi