Peristiwa masuknya tebu rakyat dari luar Kabupaten Bondowoso ke Pabrik Gula Prajekan yang sempat terjadi, diantisipasi oleh Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Bondowoso.
Divisi Humas dan Advokasi APTRI Bondowoso, Samsul Tahar mengatakan, untuk mengantisipasi tebu luar masuk, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan PG Prajekan. Dalam hal ini APTRI meminta agar PG tak membeli tebu dari luar selama tebu milik petani Bondowoso masih ada.
Selain itu, APTRI juga mengimbau kepada petani tebu untuk mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Kualitas tebu yang baik akan memudahkan petani untuk memasukkan tebu ke PG Prajekan.
BACA JUGA: APTRI Bondowoso Fasilitasi Petani Dapat Kredit Lunak
“Jadi kualitas harus tetap dijaga. Kami sudah komunikasi dengan PG agar persoalan tata niaga tebu di Bondowoso semakin baik,” kata Samsul Tahar, Senin (18/4/2016).
Dikatakan Tahar, selain persoalan tersebut, APTRI juga tengah berupaya untuk menfasilitasi petani agar mudah mendapatkan Surat Perintah Angkut Tebang (SPAT) yang dikeluarkan oleh PG. Selama ini utamanya pasca panen, petani kerap kesulitan mendapat SPAT.
“Karena PG ada target kapasitas, kadang susah mendapat surat itu. Bahkan ada tebu luar yang masuk juga akhirnya rebutan,” ujarnya. (*)
