Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Ingin Istirahat di Rumah Kuno Jawa Timur, Coba ke Kampung Lumbung

Penulis : Nurliana Ulfa - Editor : Redaksi

29 - Jan - 2016, 14:44

Placeholder
WARISAN BUDAYA: Pintu berusia 244 tahun terpasang kokoh pada bangunan ruang pertemuan Kampung Lumbung Boutique Hotel, Jumat (29/1/2016). (foto by nurliana ulfa/batutimes.com).

Semakin punahnya bangunan rumah kuno khususnya di Jawa Timur, membuat beberapa pihak tergugah untuk melestarikan warisan budaya ini. Salah satunya Kampung Lumbung Boutique Hotel, sebuah hotel yang berada di Jalan Ir Soekarno Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu. Di hotel ini menggunakan arsitektur Jawa Timur pada setiap bangunan hotelnya.

Berbagai macam bentuk rumah kuno seperti limasan, doro gepak, mujur, dan joglo menjadi bangunan yang dapat dihuni para tamu dengan nyaman.

Rumah-rumah kuno ini didapatkan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Bangunan itu  adalah sisa dari kepunahan karena telah diganti dengan rumah minimalis. Seperti dari daerah Ngawi, Nganjuk, Bojonegoro, Lumajang, Malang Selatan, Probolinggo, dan Situbondo.

Usia dari rumah kuno inipun rata-rata lebih dari seratus tahun. Bahkan ketika tamu menuju ruang pertemuan, terdapat pintu masuk yang dibuat pada tahun 1772. Pintu tersebut merupakan bangunan paling tua di Kampung Lumbung Boutique Hotel.

Pintu tersebut didapatkan dari daerah Besuki Situbondo. Sedangkan ruang pertemuannya sendiri dibuat sekitar tahun 1818. Meskipun berusia ratusan tahun, rumah-rumah kuno ini masih sangat kuat karena terbuat dari kayu jati.

Selain bangunan, dekorasi ruangan pun juga dipenuhi dengan peralatan Jawa kuno. Misalnya gerobok dan geledeg atau tempat jualan para pedagang di masa lalu. Ada pula luku atau alat pembajak sawah, lesung atau alat penumbuk padi, lumang atau alat penumbuk bahan jamu, bahkan lumbung yakni tempat penyimpanan padi masyarakat pedesaan di masa silam.

Bambang Satya Dharma, owner Kampung Lumbung Boutique Hotel yang juga penggagas dan pendesain arsitektur Jawa Timur ini mengatakan, dirinya terinspirasi dari pengalamannya di tahun 80-an. Ketika itu, bapak dua putri ini melintas di daerah Ngawi. Disana masih banyak terdapat bangunan rumah kuno.

Namun saat melintas di daerah tersebut 20 tahun kemudian, tahun 2000-an, rumah-rumah kuno tersebut sudah tidak ada lagi karena dibongkar. ”Dalam rentang waktu 20 tahun saja, sudah hampir punah. Maka berawal dari sana saya berinisiatif untuk melakukan penyelamatan terhadap arsitektur bangunan Jawa kuno ini melalui Kampung Lumbung,” jelas Bambang.

Selain menggunakan bangunan kuno, Kampung Lumbung Boutique Hotel juga mengusung konsep ramah lngkungan dengan menanam 100 tanaman langka. (*)


Topik

Wisata Hotel-di-Kota -Batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurliana Ulfa

Editor

Redaksi