MALANGTIMES - Berada di depan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan, Jalan Merdeka Utara, sebelah utara Alun-alun Merdeka Malang atau tepatnya di bawah tangga jembatan penyebrangan menancap tugu kecil berwarna hijau, kuning, dan biru.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Tugu kecil itu adalah titik 0 kilometer Malang. Tugu titik 0 kilometer itu memiliki tinggi kurang dari satu meter dan memiliki tiga sisi. Pada sisi itu tertulis "M.LANG 0" di sisi kiri, "S.BAYA 89" di sisi atas, dan "PW.SARI 28" di sisi sebelah kanan.
Jika dilihat sepintas kondisi tugu itu cukup terawat, namun jika dilihat lebih dekat cat pada bagian ujung tugu kecil itu banyak terkelupas.
Lokasi yang cukup tersembunyi itu membuat luput dari perhatian masyarakat Kota Malang. Seperti Abdul Rasyid, warga Kelurahan Kota Lama tak mengetahui persis dimana titik nol Malang tersebut.
"Katanya si di Alun-alun tapi tidak tahu dimana," ujar Rasyid sambil terkekeh, Senin (9/5/2016).
Hal serupa juga dikatakan warga Kelurahan Merjosari, Yunita Ia mengaku tidak mengetahui jika ada titik nol kilometer Malang.
"Nol kilometer belum tahu mas," ungkapnya.
Menurut Sejarawan Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, Titik nol merupakan peninggalan kolonial Belanda yang digunakan untuk mengukur jarak antar daerah.
Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu
"Dengan adanya titik nol berupa Pal tersebut dapat diketahui jarak antar daerah di sekitarnya terutama daerah yang saat itu maju, seperti Surabaya dan Pasuruan," ujar Dwi Cahyono.
Belum ada yang mengetahui pasti kapan titik nol tersebut ditancapkan di tempat yang tak banyak orang tahu tersebut. Namun diperkirakan titik nol itu ada sejak pembangunan Alun-alun pada 1800an. (*)
