MALANGTIMES - Selain menjadi objek wisata, Sumber Jenon telah menghidupi puluhan hektare persawahan dan perkebunan di Desa Gunung Ronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kepedulian warga dan pemerintah mutlak diperlukan untuk keberlangsungannya.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Tokoh desa setempat, Sisyandi memaparkan bahwa Sumber Jenon merupakan tanah negara yang dimiliki masyarakat desa dan menjadi sumber kebutuhan untuk pemenuhan irigasi dan MCK warga setempat.
"Ada 1906 KK yang menikmatinya untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk kebutuhan irigasi sawah seluas 85 hektare," ujar Sisyandi kepada MALANGTIMES.
Foto: Ferry Agusta/Malang TIMES)
Selain padi, terdapat komoditas pertanian jagung, tebu, dan holtikultura yang 'dihidupi' oleh air yang berasal dari Sumber Jenon.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Mantan Kepala Desa Gunung Ronggo ini berharap, pemerintah lokal turut peduli terhadap perawat sumber mata air guna pelestariannya. "Apabila sumber tidak dirawat maka bisa mati. Sumber Jenon ini jernih, sekarang jadi keruh," jelasnya.
Kondisi Sumber Jenon yang tampak tidak terawat memerlukan perhatian pemerintah. Selama ini, para petani desa setempat swadaya membangun saluran irigasi persawahan.
"Pipanisasi dipasang tahun 1980 lalu, dipasang oleh desa secara mandiri. Kondisinya kini sudah banyak rusak pada bangunan pelindung saluran," keluhnya. (*)
