MALANGTIMES - Badan Sosialisasi 4 Pilar MPR menggandeng universitas di Malang raya untuk membentengi nilai-nilai kebangsaan dari ideologi yang mengancam.
Baca Juga : Selamat !! Satu Pasien Positif Corona di Lumajang Dinyatakan Sembuh
Ketua Badan Sosialisasi 4 Pilar MPR, Ahmad Basarah menilai, di era globalisasi saat ini tren barat menjadi barometer peradaban.
"Ada tren kesana, sehingga membuat silau dan meninggalkan nilai luhur Indonesia," ungkapnya dalam sambutan pembukaan sosialisasi 4 Pilar, Sabtu, (5/3/2016).
Ia mencontohkan, jika fenomena Lesbian, Gay, Biseks, dan Transgender (LGBT) yang saat ini ada diyakini lahir dari faham neoliberalisme.
"Probaganda yang menjanjikan kenikmatan sebebas-bebasnya," ucapnya.
Dalam sosialisasi 4 pilar dengan metode pelatihan untuk pelatih tersebut melibatkan 13 Univerisitas di Malang Raya, baik negeri maupun swasta, dan diselenggarakan selama 4 hari.
Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB
"Sebagai pilar peradaban bangsa, pengajar, dosen harus mampu menyampaikan nilai-nilai kebangsaan di dalam materi-materi pada kurikulum pendidikan," tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Mohammad Bisri, dalam sambutan mengatakan, jika fenomena LGBT saat ini merambah dunia pendidikan.
"Pernah ada yang akan menyelenggarakan seminar LGBT, dan kami berikan warning langsung, karena itu bertentangan dengan nilai kebangsaan kita," ujar Bisri dalam sambutannya.
Ia berharap dengan menggandeng dunia pendidikan mampu membentengi generasi penerus bangsa dari ancaman di era globalisasi.(*)
