MALANGTIMES - Mengusung konsep perumahan berbasis wisata, Wisata Bukit Sentul (WBS) siap menjadi trendsetter di wilayah Malang Utara.
Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?
General Manager (GM) Wisata Bukit Sentul, Dedik Sudarmawan, Sabtu (27/2/2016) mengatakan bahwa, WBS sengaja mengusung konsep wisata karena lokasi perumahan yang indah dan asri serta berada di kaki gunung Arjuna.
Lanjutnya, di kompleks perumahan tersebut dilengkapi beberapa fasilitas antara lain one gate system, instalasi bawah tanah, lebar jalan 20 meter, tempat ibadah, taman bermain, dan sistem keamanan 24 jam.
"Kompleks perumahan Wisata Bukit Sentul memiliki total lahan seluas 100 hektar, dan saat ini yang sedang dalam tahap pengembangan seluas 5 hektar dan sudah terbangun 350 unit rumah," kata pria asal Sidoarjo ini.
Selain itu, Wisata Bukit Sentul juga segera dilengkapi dengan area komersial kuliner, cottage, hingga water park. Disamping itu, perumahan berbasis wisata ini sudah memiliki wahana sirkuit trail yang diberi nama WBS Fun Track.
Wahana Trail WBS Fun Track tersebut merupakan wahana trail pertama dengan konsep playground, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat umum yang belum mengenal olahraga ini.
"Akses jalan di perumahan kita juga sudah sampai pada jalan tembus Batu - Pasuruan (yang merupakan proyek Pemprov. Red). Itu masuk di Desa Jatisari," akunya pada MALANGTIMES.
Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April
Lebih lanjut, Dedik Sudarmawan menjelaskan bahwa lokasi Wisata Bukit Sentul sendiri, berada di dua kabupaten yakni di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan, sehingga cukup dekat untuk menjangkau dan dijangkau ke dan dari Kota Malang maupun Surabaya.
Tambahnya, lokasi Wisata Bukit Sentul yang berada di areal perbukitan dan menghadap langsung kawasan wisata Nongkojajar juga memberikan nilai tambah karena sangat cocok untuk kegiatan berlibur. Penghuni bisa. merasakan sensasi berlibur setiap harinya.
“Jadi cocok untuk tempat istirahat yang didatangi pada hari-hari libur, namun juga cocok untuk tempat hunian karena lokasi mudah diakses karena dekat jalan besar selain dekat dengan Kota Malang dan Surabaya,” pungkasnya.
Ke depan pihaknya akan segera membangun cottage bernuansa alami, sentra kuliner dan oleh-oleh pertama di Malang Utara. Dengan harapan bisa menjadi jujukan masyarakat untuk berwisata.
"Karena selama ini pasti larinya ke Batu atau Kota Malang, di Malang Utara ini belum ada tempat nongkrong yang bagus. Dan kita ingin mewujudkannya,"pungkasnya. (*)
