MALANGTIMES - Setelah mengaku mendapatkan wahyu dari Allah, Jari, pria berumur 40 tahun, warga Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, yang mengaku sebagai penerus Nabi atau Isa Habibullah, memiliki syahadat yang berbeda dari Islam pada umumnya saat ini.
Perbedaan syahadat itu yakni terdapat tambahan "wa isa habibullah". Namun, menurut pengakuan Jari, bahwa syahadat tambahan tersebut hanya untuk yang meyakini saja. Tidak berlaku bagi yang tidak menyakini.
Baca Juga : Ketua F-PDIP DPRD Jatim Sri Untari Ajak Masyarakat Gotong Royong Lawan Corona
Baca Juga: Mendapatkan Wahyu, Pria Asal Jombang Mengaku Penerus Nabi Isa
"Bagi yang meyakini memang ada tambahan, yakni Ashadu'alla Ila Ha Ilallah, Wa Ashadu Anna Muhammadurrasullullah, Wa Isa Habibullah," kata Jari sembari melafalkan syahadat yang diyakini tersebut.
Lebih lanjut Jari menggarisbawahi bahwa dalam bacaan shalat, syahadat untuk pengikutnya tetap sama dengan umat Islam pada umumnya. Demikian juga dengan salat yang dilakukan oleh pengikut Pondok Pesantren Kahuripan Ash-Shiroth.
"Shalat kita tetap lima waktu, dan berpegang pada Al-Quran," tegasnya.
Sementara itu, hingga saat ini, pengikut Jari sudah berjumlah kurang lebih 100 orang. "Anggota di sini 100 orang lebih. Namun tidak tinggal di pondok ini. Para anggota datang sebulan dua kali, yakni setiap tanggal 1 dan 15, bersamaan dengan pengajian rutin," aku Jari.
Ditanya soal nabi Isa, Jari menjabarkan bahwa Is Al Masih ada pada zaman sebelum Nabi Muhammad. "Kalau Isa Al Masih, zaman sebelum Nabi Muhammad. Kalau saya ini, Isa Habibullah. Ini adalah kejadian ghaib. Tidak semua orang bisa mengetahui," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, dari cerita pria yang biasa dipanggil Gus Jari itu, dirinya mendapatkan wahyu pada Jumat Legi tahun 2004 silam.
Baca Juga : Said Didu Sindir Sosok dari Solo: Dari Dulu Memang Ambisius, Culas, dan Dengki
Saat itu, dirinya sedang melakukan shalat malam (shalat tahajjud). Ketika dalam kondisi sujud, ada yang memanggilnya.
"Tepat ketika sujud, saya dipanggil oleh Allah dengan Surat Yasin. Ada suara yasin..yasin..sebanyak tujuh kali. Kemudian 'wal quranul hakim' sampai selesai," kisah Jari, ketika ditemui di rumahnya, Selasa (16/2/2016).
Setelah bacaan surat yasin lanjut Jari, kemudian dirinya mendengar suara perintah 'wahai Isa'. Suara perintah itu didengarnya sebanyak dua kali.
"Mendengar suara itu, saya langsung menangis tidak kuat. Itulah wahyu yang saya terima dari Allah," katanya.
Sejak dirinya mendapatkan wahyu dari Allah, ia langsung mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Kahuripan Ash-Shiroth. Pondok tersebut berlokasi di Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.
Sejak Ponpes Kahuripan Ash-Shiroth berdiri, langsung menjadi tempat dakwah dan mengumpulkan para jemaahnya. Perkumpulannya pada tanggal 1 dan 15, setiap bulan. (*)
