Pendekatan STEM Jadi Ruang Temu Kolaborasi Akademik di FST Unikama

Editor

Dede Nana

28 - Jan - 2026, 07:13

Workshop STEM dalam pembelajaran Matematika yang digelar FST Unikama (ist)

JATIMTIMES - Pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) semakin diposisikan sebagai fondasi pembelajaran masa depan, bukan sekadar pendekatan metodologis. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (FST Unikama) melihat integrasi sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika sebagai jawaban atas tantangan pendidikan yang kian kompleks dan lintas disiplin.

Gagasan tersebut menjadi titik temu dalam forum akademik yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas PGRI Silampari. Pertemuan yang digelar di Unikama belum lama ini, diarahkan pada pertukaran ide dan pengalaman tentang bagaimana pembelajaran tidak hanya mengejar capaian kognitif, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis, kolaboratif, dan solutif.

1

Dekan FST Unikama Dr Hena Dian Ayu MPd MSi menilai bahwa, STEM memberi ruang lahirnya pola belajar yang lebih hidup dan kontekstual. Menurutnya, mahasiswa perlu dibiasakan melihat keterkaitan antarilmu sejak dini agar mampu membaca persoalan secara utuh.

Baca Juga : SIM dan STNK Sudah Digital, tapi Masih Bisa Ditilang? Ini Fakta yang Banyak Pengendara Belum Tahu

“STEM mendorong mahasiswa untuk tidak melihat ilmu secara terpisah. Di situlah pembelajaran menjadi relevan dengan realitas yang mereka hadapi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas kampus menjadi kunci agar pengembangan pembelajaran tidak berjalan sendiri-sendiri. “Ketika kampus membuka ruang kolaborasi, inovasi tumbuh lebih cepat dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Hena Dian Ayu.

2

Diskusi akademik kemudian mengerucut pada praktik penerapan STEM dalam pembelajaran. Dosen FST Unikama, Dr Rosita Dwi Ferdiani ST MPd menjelaskan bahwa penerapan STEAM tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi, tetapi dapat dimulai dari persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.

Ia menilai pendekatan tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen, berdiskusi, dan belajar dari proses, bukan hanya dari hasil akhir. “Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa diajak memecahkan masalah secara ilmiah dan kreatif, bukan sekadar menyelesaikan tugas,” tuturnya.

3

Perspektif kewirausahaan turut menjadi bagian penting dalam diskursus akademik. Dosen FST Unikama lainnya, Dr Riski Nur Istiqomah Dinulloh MSi menekankan bahwa penguasaan sains dan teknologi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk dan layanan yang bernilai ekonomi.

“Mahasiswa perlu melihat bahwa ilmu yang mereka pelajari bisa menjadi jalan kemandirian, bukan hanya bekal lulus kuliah,” ujarnya.

Menurut Riski, penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis sains dan teknologi menjadi langkah strategis agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja dan usaha yang kompetitif.

Baca Juga : Kolaborasi GNI dan Mahasiswa UMM Dorong Transformasi UMKM Lokal

Kolaborasi akademik yang terbangun tidak berhenti pada pertukaran gagasan. FST Unikama dan FST Universitas PGRI Silampari menyepakati kerja sama pengembangan tridarma perguruan tinggi yang melibatkan sejumlah program studi, mulai dari Teknik Informatika, Sistem Informasi, Pendidikan Fisika, hingga Pendidikan Matematika.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan riset kolaboratif, serta penguatan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan zaman.

Forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang refleksi terhadap penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa capaian pembelajaran tidak hanya terukur secara administratif, tetapi juga berdampak pada kompetensi nyata mahasiswa.

Selain itu, inovasi media pembelajaran yang dihasilkan sivitas akademika turut mendapat apresiasi. Karya-karya tersebut dipandang sebagai bentuk konkret kreativitas dosen dan mahasiswa dalam merespons tantangan pembelajaran di era digital.

Melalui pendekatan dialogis dan kolaboratif, FST Unikama menegaskan arah pengembangan akademik yang berpijak pada keterbukaan, inovasi, dan kebermanfaatan. Pembelajaran tidak lagi dimaknai sebagai proses satu arah, tetapi sebagai ruang tumbuh bersama antara kampus dan masyarakat.